Presiden Jokowi Kunjungi Kantor Wapres JK, Bahas 3 Hal Ini

Dalam pertemuan selama kurang lebih 90 menit yang diawali makan siang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu setidaknya ada tiga masalah yang dibahas.
Lingga Sukatma Wiangga | 06 Februari 2018 16:18 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) sebelum memimpin rapat terbatas tindak lanjut kebijakan satu peta di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/2). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo untuk pertama kalinya mengunjungi Kantor Wakil Presiden sejak menjabat pada 2014.

Dalam kesempatan yang diawali makan siang itu setidaknya ada tiga masalah yang dibahas Presiden bersama Wapres Jusuf Kalla.

Adapun tiga hal yang dibahas adalah soal investasi, ekspor dan Asian Games.

“Bicara banyak hal terutama berkaitan investasi, meningkatkan investasi, meningkatkan ekspor karena kunci pertumbuhan ekonomi kita ada di dua hal ini. Ketiga tadi berkaitan persiapan Asian games. Tapi tadi dibuka dengan makan siang,” kata Presiden Jokowi setelah pertemuan tersebut, Selasa (6/2/2018).

Menurut Presiden Jokowi pemerintah ingin menaikkan investasi dan mengatrol ekspor. Oleh karena itu, kata dia, sekarang ini saatnya untuk memulai meningkatkan investasi di bidang apa pun.

“Dan kasih kesempatan yang lain. Di pertambangan, industri, investasi di infrastruktur di bidang apa pun. Setiap hari setiap ketemu menteri kita sampaikan. Salah satunya menyederhanakan regulasi. Misalnya dua hari yang lalu Kementerian ESDM memotong 32 aturan,” ujar Presiden.

Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla mengatakan untuk meningkatkan investasi adalah dengan mengurangi masalah.

“Kami sudah kumpul dengan pengusaha-pengusaha besar dari luar, asing, dubes-dubes, kemudian juga Kadin. Itu sudah dikemukakan masalah-masalahnya, ini yang diperbaiki,” ujar Wapres JK.

Selain itu, kata Wapres JK, pemerintah pun membandingkan dengan upaya yang dibuat negara-negara tetangga dalam meningkatkan investasi. Sehingga Indonesia ada pada level yang sama.

“Jadi kami ingin benchmarking-nya dalam negeri dan luar negeri, itu caranya untuk mengatasi, di samping pembangunan infrastruktur. Itu aja masalahnya investasi. Kadang-kadang kita menganggap sudah mudah, tapi lebih mudah lagi di Thailand, di Vietnam, ya kita kehilangan pasar,” ujar Wapres.

Oleh karena itu, lanjut Wapres JK, pemerintah meminta semua kementerian mempelajari hal tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi pun menanggapi soal pertumbuhan ekonomi tahunan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan baru mencapai 5,07%. Padahal, target pemerintah di atas angka tersebut.

Menurut Presiden, berapa pun angkanya harus terus ditingkatkan lagi.

“Harus ditingkatkan lagi lebih banyak oportunity dan peluang-peluang itu harus kita ambil,” ujar Presiden Jokowi.

Tag : Wapres JK, Presiden Joko Widodo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top