Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Bitcoin Kembali Merosot ke Level US$5.000

Harga Bitcoin kian merosot dan menyentuh US$5.995,58, level terendahnya dalam lebih dari dua bulan, kurang dari 24 jam setelah turun ke bawah US$7.000.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 06 Februari 2018  |  16:13 WIB
Bitcoin turun - Ilustrasi
Bitcoin turun - Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA – Harga Bitcoin kian merosot dan menyentuh US$5.995,58, level terendahnya dalam lebih dari dua bulan, kurang dari 24 jam setelah turun ke bawah US$7.000.

Menurut CoinDesk, yang melacak pergerakan harga dari empat bursa pertukaran utama, harga mata uang kripto (cryptocurrency) paling populer itu menyentuh US$5.995,58, level terendahnya sejak pertengahan November.

Dilansir CNBC, Selasa (6/2/2018), Bitcoin kemudian diperdagangkan di US$6.115,46 pada pukul 2.44 siang HK/SIN, dan telah mengalami penurunan lebih dari 11,5% hari ini, menurut CoinDesk. Dengan penurunan tersebut, harga Bitcoin telah turun lebih dari 50% sepanjang tahun ini.

Aksi jual terhadap Bitcoin akhir-akhir ini dipengaruhi sejumlah sentimen negatif di antaranya, kekhawatiran seputar meningkatnya regulasi, peretas (hackers), serta potensi manipulasi harga di bursa pertukaran cryptocurrency.

Pada Jumat (2/2), J.P. Morgan Chase, Bank of America, dan Citigroup juga menyatakan telah memutuskan untuk melarang pembelian cryprocurrency oleh pelanggan mereka dengan menggunakan kartu kredit.

China's Financial News pada Minggu (4/2), melaporkan bahwa pihak otoritas akan meningkatkan upaya untuk membatasi platform-platform perdagangan mata uang virtual.

Tindakan ini diberlakukan khususnya terhadap platform yang kemungkinan telah pindah ke luar negeri, pasca larangan pemerintah Beijing terhadap initial coin offerings (ICO) pada September.

Di Amerika Serikat (AS), Kepala US Securities and Exchange Commission (SEC) serta Commodity Futures Trading Commission juga dijadwalkan menyampaikan testimoni di depan Senate Banking Committee pada Selasa waktu setempat.

Dalam draf pernyataannya, Chairman SEC Jay Clayton mengatakan para investor harus tetap bersikap hati-hati terkait dengan berinvestasi dalam cryptocurrency serta memberikan overview tentang upaya yang telah dilakukan SEC sejauh ini.

Harga Bitcoin terus melemah dalam lima hari terakhir dan menyeret mata uang digital lainnya turun. Pelemahan ini menyusul meningkatnya reaksi dari bank sentral dan regulator pemerintahan terhadap kegilaan spekulatif yang membuat harga cryptocurrency meroket tahun lalu.

Sementara itu, Yonhap News melaporkan Korea Utara sedang mencoba untuk meretas program Korea Selatan terkait dengan cryptocurrency.

Di sisi lain, pihak otoritas di Korea Selatan dan negara-negara lain mempertimbangkan peningkatan pengawasan dan peraturan terhadap industri ini, yang memicu aksi jual saat ini.

Bitcoin telah merosot lebih dari 65% dari rekor tertinggi US$19.511 pada Desember 2017. Koin lain, yang juga disebut altcoins, juga merosot pada hari Senin, dengan Ripple turun hingga 21%. Ethereum dan Litecoin juga melemah.

"Meskipun tidak ada faktor fundamental yang memicu pelemahan ini, pertumbuhan parabolik yang dialami pasar ini melambat pada titik tertentu," ungkap Lucas Nuzzi, analis senior di Digital Asset Research, seperti dikutip Bloomberg.

Namun, sejumlah pendukung Bitcoin tetap tidak peduli terhadap sejumlah sentimen negatif tersebut. “Ada beberapa katalisator: orang-orang yang membayar pajak, dan pembalikan tren secara umum. Secara keseluruhan, pelemahan ini tergolong sehat mengingat reli penguatan pada bulan November-Januari,” ungkap Kyle Samani, managing partner di hedge fund cryptocurrency, Multicoin Capital.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top