Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Macron Bertemu Xi Jinping Hari Ini Bahas Ekonomi Terbuka Dunia

Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di China pada hari Senin (8/1/2018) dalam kunjungan kenegaraan untuk perundingan kerja sama dengan Presiden Xi Jinping.
Arsip Foto. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengangkat tangan di depan anjingnya Nemo disela rapat dengan Wakil Kanselir dan Menteri Luar Negeri Jerman di Istana Elysee, Paris, Prancis, Rabu (30/8/2017)./Reuters
Arsip Foto. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengangkat tangan di depan anjingnya Nemo disela rapat dengan Wakil Kanselir dan Menteri Luar Negeri Jerman di Istana Elysee, Paris, Prancis, Rabu (30/8/2017)./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di China pada hari Senin (8/1/2018) dalam kunjungan kenegaraan untuk perundingan dengan Presiden Xi Jinping.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang sebelumnya mengatakan Macron dan Xi akan membahas bagaimana melindungi multilateralisme dan ekonomi dunia terbuka.

Macron mungkin mengingatkan Xi pada janjinya kepada Trump untuk lebih membuka ekonomi China, dan meminta akses lebih banyak untuk institusi keuangan setelah China mengumumkan sebuah rencana untuk menghapus batasan kepemilikan asing pada bank dan perusahaan manajemen aset.

Sejumlah petinggi perusahaan seperti BNP Paribas, Societe Generale, dan BPCE Natixis juga ikut dalam kunjungan Macron ke China.

Xi akan menemani Macron dalam kunjungan ke Kota Terlarang, yang merupakan istana kekaisaran dan berfungsi sebagai pusat politik pemerintahan China selama hampir 500 tahun terakhir. Selain itu, mereka juga akan pergi ke inkubator perusahaan start-up, di mana Macron akan menyampaikan sebuah pidato.

Macron memulai perjalanan pertamanya ke Asia sejak diangkat menjadi presiden tahun lalu dalam upaya memperluas akses pasar timbal balik. Bagi pemerintah barat termasuk Prancis, resistensi China akan globalisasi diartikan bahwa China belum serius untuk membuka hubungan dengan perusahaan asing.

"Hal terbaik yang Macron dapat lakukan untuk membantu ekonomi Eropa dan Prancis adalah mendorong Xi ke dalam perdagangan bebas dan globalisasi dan terus mendorong timbal balik," kata Francoise Nicolas, direktur studi Asia di Institute for Foreign Relations, seperti dikutip Bloomberg.

Upaya dorongan  keras ini bukan jaminan kesuksesan. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengajukan dorongan serupa dalam kunjungan kenegaraannya sendiri ke China pada bulan November, dan berakhir dengan hanya sedikit jaminan kebijakan.

Sejak menjabat Mei lalu, Macron telah menganjurkan agar Uni Eropa memperkuat pertahanannya dalam menghadapi persaingan dagang dengan AS dan China, dengan mengatakan bahwa blok tersebut harus mengakhiri pendekatan "naifnya".

Bagi Prancis dan Uni Eropa, membuat hubungan dagang dengan China lebih seimbang akan membantu mempersempit defisit neraca perdagangan bilateral. Di Prancis sendiri, defisit tersebut mencapai 30 miliar euro (US$36 miliar), yang menjadi deficit perdagangan terbesar Prancis.

Dalam sebuah pidato kepada diplomat Prancis di Paris pada hari Kamis, Macron bersikeras bahwa dorongannya bukan untuk proteksionisme, hanya untuk perlindungan jika diperlukan. Eropa, katanya, membuka pintu lebar di saat negara lain tidak,

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper