Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Korsel Melanjutkan Penguatan

Aktivitas ekspor Korea Selatan berhasil melanjutkan ekspansinya dan mencatatkan rekor tertinggi dalam 6 dekade terakhir pada 2017. Prestasi itu diperkirakan akan berlanjut pada tahun ini.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 02 Januari 2018  |  20:08 WIB
Presiden Korut Kim Jong-un mendesak Korsel untuk duduk bersama di meja perundingan guna menyelesaikan masalah antarkedua negara, demi menyukseskan Olimpiade Musim Dingin 2018. - Reuters
Presiden Korut Kim Jong-un mendesak Korsel untuk duduk bersama di meja perundingan guna menyelesaikan masalah antarkedua negara, demi menyukseskan Olimpiade Musim Dingin 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Aktivitas ekspor Korea Selatan berhasil melanjutkan ekspansinya dan mencatatkan rekor tertinggi dalam 6 dekade terakhir pada 2017. Prestasi itu diperkirakan akan berlanjut pada tahun ini.

Kementerian Perdagangan Korsel melaporkan, kuatnya ekspor nasional disebabkan oleh tingginya permintaan pada produk semikonduktor, mesin, dan produk petrokimia sepanjang tahun lalu. Adapun, pengiriman ke luar negeri pada 2017 melonjak 15,8% dari tahun sebelumnya menjadi US$574 miliar.

Sementara itu, surplus perdagangan tahun lalu menembus US$96 miliar atau naik dari 2016 yang mencapai US$89 miliar. Pengiriman produk semikonduktor tercatat melonjak 57,4% menjadi US$98 miliar pada 2017.

“Kami mendapatkan keuntungan dari lonjakan ekspor dan pemulihan perekonomian global sepanjang 2017,” demikian terungkap dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan Korsel, seperti dikutip dari Bloomberg (2/1/2017).

Berekspansinya kembali sisi ekspor menyebabkan Pemerintah Korsel yakin dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Hal itu salah satunya tampak dari kebijakan Bank Sentral Korea (BoK) yang akhirnya mengerek suku bunga acuannya untuk pertama kali sejak 2011 pada November lalu.

Di sisi lain, Pemerintah Korsel sendiri menargetkan produk domestik bruto (PDB) nasional akan mencapai 3% pada 2018. Para pengambil kebijakan optimistis laju PDB tahun depan akan tercapai karena memiliki kepercayaan adanya pemulihan ekonomi global yang akan terus berlanjut.

“Namun, bukan berarti ekspor Korsel tidak memiliki potensi ancaman. Sebab, tren proteksionisme di beberapa negara belum mereda dan kami juga harus menghadapi ancaman won yang lebih kuat dan pelambatan ekonomi China,” papar Kementerian Perdagangan Korsel.

Optimisme lain pada perekonomian Korsel juga muncul dari peluang membaiknya hubungan negara tersebut dengan Korea Utara (Korut). Pasalnya, sepanjang tahun lalu, bursa Korsel (KOSPI) sering kali mengalami pukulan dari kampanye militer Korut.

Seperti diketahui, dalam pidato tahunan pada 1 Januari 2018, Presiden Korut Kim Jong-un mendesak Korsel untuk duduk bersama di meja perundingan guna menyelesaikan masalah antarkedua negara, demi menyukseskan Olimpiade Musim Dingin 2018.

Seperti diketahui, gelaran kompetisi olahraga terbesar di dunia tersebut akan digelar di Pyeongchang pada 9-25 Februari 2018. Kim menyatakan negaranya siap untuk mendukung agar gelaran tersebut menuai sukses.

“Kami dengan tulus berharap agar Olimpiade Musim Dingin berhasil digelar. Sudah waktunya Korea Utara dan Selatan duduk dan serius membahas bagaimana memperbaiki hubungan kita sendiri dan secara sadar saling membuka diri," kata Kim.

Pihaknya mengaku bersedia mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan, termasuk mengirim delegasi Korut dalam kompetisi olahraga antarnegara tersebut. Untuk itu, dia berharap pemerintah kedua negara itu dapat segera bertemu.

Namun demikian, Kim meminta agar Korsel menyelesaikan masalah tersebut dengan tanpa melibatkan negara lain. Perkataan Kim tersebut merujuk pada ikut campurnya AS di konflik Semenanjung Korea.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korsel Ekonomi Korsel

Sumber : Bloomberg

Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top