Demi Olimpiade, Korut Ingin Bicara Berdua dengan Korsel

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mendesak Korea Selatan untuk duduk bersama di meja perundingan untuk menyelesaikan masalah mereka, demi mensukseskan Olimpiade Musim Dingin 2018.
Yustinus Andri DP | 02 Januari 2018 06:55 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un - Reuters

Kabar24.com,JAKARTA - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mendesak Korea Selatan untuk duduk bersama di meja perundingan untuk menyelesaikan masalah mereka, demi mensukseskan Olimpiade Musim Dingin 2018.

Seperti diketahui, gelaran kompetisi olahraga terbesar di dunia tersebut akan digelar di Pyeongchang pada 9-25 Februari 2018. Kim menyatakan negaranya siap untuk mendukung agar gelaran tersebut menuai sukses.

“Kami dengan tulus berharap agar Olimpiade Musim Dingin berhasil digelar. Sudah waktunya Korea Utara dan Selatan duduk dan serius membahas bagaimana memperbaiki hubungan kita sendiri dan secara sadar saling membuka diri," kata Kim seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (1/1/2018).

Dia pun mengaku bersedia mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan, termasuk mengiri delegasi Korut dalam kompetisi olahraga antarnegara tersebut.Untuk itu, dia berharap pemerintah kedua negara tersebut dapat segera bertemu.

Namun, demikian dia meminta agar Korsel menyelesaikan masalah ini tanpa melibatkan negara lain. Perkataan Kim tersebut merujuk pada ikut campurnya AS di konflik Semenanjung Korea tersebut.

Perkataan Kim dalam pidato awal tahun tersebut, menjadi perhatian besar bagi dunia. Pasalnya, negara tersebut akhirnya membuka diri untuk melakukan dialog, setelah selama ini terus melakukan kampanye militer demi melawan tekanan AS melalui kebijakan Presiden Donald Trump.

Di sisi lain, sikap terbaru Pyongyang tersebut juga akan menjadi kabar baik bagi Korsel di bawah rezim baru Presiden Moon Jae-in. Seperti diketahui, pemimpin Korsel tersebut telah berulang kali mendorong dilakukannya dialog dengan Korut untuk mengurai konflik yang selama ini terjadi.

Kebijakan Moon ini dinilai menjadi sebuah terobosan revolusioner Seoul, di mana selama ini cenderung menganut kebijakan konservatif dengan menolak berdialog dengan negara tetangganya tersebut. Dia bahkan secara terbuka mengajak Korut ikut serta dalam Olimpiade Musim Dingin.

Namun demikian, Kim menegaskan bahwa kebijakannya internasionalnya terhadap Paman Sam tetap tidak akan berubah. Dia mengaku akan terus memproduksi senjata militernya untuk mencegah Trump memulai perang.

"Ini kenyataan, bukan ancaman, bahwa tombol nuklir selalu ada di mejaku. AS tidak akan pernah bisa memulai perang melawan diri saya dan bangsa kami," kata Kim.

Adapun, gelaran Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang selama ini dikhawatirkan tidak akan berjalan sukses lantaran masih tingginya aktivitas militer Korut. Pyeongchang sendiri hanya berjarak sekitar 80 km dari perbatasan Korut. Di sisi lain, Kim juga mengindikasikan untuk terus menyiapkan rudal balitisik antarbenuanya untuk dikirim ke AS.

“Dengan Korea Selatan yang ikut berpartisipasi dalam kampanye sanksi internasional (DK PBB), tidak mudah bagi Moon untuk maju dan menerima permintaan damai Kim, sebelum Korut menunjukkan ketulusan dengan melakukan denuklirisasi," kata Yun Duk-min, mantan kanselir di Akademi Diplomat Nasional Korea.

Sementara itu, Kabinet Moon menyatakan bahwa pihaknya tengah bertemu pada Senin (1/1) untuk menganalisis pidato Kim tersebut.

Di sisi lain, sikap ambigu justru muncul dari Negeri Paman Sam. Pasalnya, baik Trump maupun kabinetnya belum menunjukkan sikap yang tegas. “Kita lihat saja nanti,” kata Trump ketika dimintai keterangan mengenai pidato terbaru Kim.

 

Sumber : Bloomberg

Tag : korsel vs korut, olimpiade
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top