Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

WWF Siap Kawal Pembangunan di Kaltara

WWF di Kaltara menargetkan meningkatkan partisipasi publik dalam hal konservasi dan lingkungan hidup.
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di Tarakan Kalimantan Utara/Indonesia Travel
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan di Tarakan Kalimantan Utara/Indonesia Travel

Bisnis.com, TARAKAN – WWF di Kaltara menargetkan meningkatkan partisipasi publik dalam hal konservasi dan lingkungan hidup.

Salah satunya, kata Dede Hendra Setiawan, Project Leader Kayan Mentarang Landscape project, melakukan ruang publik untuk terlibat dalam laporan kerusakan lingkungan dan penyalahgunaan.

“Sebenarnya, kita mau melihat arah kebijakan Pemprov Kaltara seperti apa. Terlebih lagi, hal yang terkait dengan keterbukaan ruang publik,” ujarnya, Selasa (19/12/2017).

Menurut pria yang akrab disapa Deden ini, saat ini Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kaltara sedang merancang sistem komunikasi informasi penataan ruang dan geoportal sebagai salah satu kebijakan di Kaltara.

“Kita berharap publik bisa berperan dalam isu pengerusakan lingkungan dan penataan ruang. Ini juga tentunya dapat membantu pemerintah daerah untuk membentuk kebijakan dan membuat rencana untuk mengimplementasikan program,” ujarnya.

Selain itu, ia berharap ada komunikasi yang baik antara para penggiat lingkungan hidup, pemerintah daerah [kabupaten] dan provinsi. Ia menambahkan, di Kaltara kondisi lingkungannya masih baik dalam artian penataan ruang Kaltara masih memiliki kawasan hutan yang luas.

“Sekitar 83%  wilayah Kaltara masih terdiri dari kawasan hutan. Tutupan hutannya juga masih di angka 80% lebih. Tapi, yang menjadi tantangannya dengan provinsi baru ini akan banyak inisiatif dan inisiasi bagaimana pembangunan infrastruktur menunjang sektor industri menjadi sebuah perencanaan di Kaltara,” bebernya.

Menurutnya, perencanaan industri harus menjadi perhatian agar ekonomi, sosial maupun ekologi bisa menjadi tujuan yang sama untuk kesejahteraan masyarakat. Ia juga merujuk pada Perda No. 01 tahun 2017, Maret lalu sudah disahkan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kaltara.

“Tugas kita mengawal pemanfaatan ruang yang sudah direncanakan itu seperti apa,” tegasnya.

Dalam diskusi publik yang digelar di salah satu hotel di Tarakan  mengundang Bappeda Kaltara maupun Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kaltara dan dihadiri juga penggiat lingkungan hidup, di antaranya Jatam, Walhi. Deden berharap bisa membuat komunikasi berjalan baik.

“WWF akan terus konsisten untuk mengawal bagaimana pembangunan di Kaltara, 3 pilar berkelanjutan untuk menjadi sinergi. Lingkungannya lestari, ekonominya meningkat dan masyarakatnya merasakan pembangunan yang adil untuk menuju masyarakat yang sejahtera,” tegasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Eldwin Sangga

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper