Amerika Yakin Rudal Korea Utara Bukan Ancaman

Amerika Serikat (AS) yakin rencana uji coba rudal terbaru Korea Utara (Korut) tidak akan memberikan ancaman kepada Negeri Paman Sam tersebut.
Surya Rianto | 16 Desember 2017 19:37 WIB
Hwasong-12, rudal jarak menengah milik Korea Utara - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) yakin rencana uji coba rudal terbaru Korea Utara (Korut) tidak akan memberikan ancaman kepada Negeri Paman Sam tersebut.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis mengatakan, analisis terkait uji coba terbaru Korea Utara masih terus dilanjutkan. Namun, pihaknya yakin rudal balistik antar benua itu tidak akan menimbulkan ancaman kepada negaranya.

“Belum ada bukti kuat kalau itu bisa menjadi ancaman untuk kami saat ini. Kami masih terus melakukan analsisi forensik,” ujarnya seperti dilansir Reuters pada Sabtu (16/12).

Namun, dia enggan menyebutkan secara detail apa bukti yang kurang dari uji coba rudal Negara yang dipimpin Kim Jong Un tersebut.

Mattis mengatakan setelah uji coba rudal itu dilakukan, pihak Korea Utara tampaknya masih membutuhkan pengembangan dan riset yang lebih besar lagi untuk bisa menyempurnakan rudalnya.

“Jika pengembangan rudal balistik itu terus dilakukan, bisa saja mengancam Negara di manapun yang berada di dunia ini,” ujarnya.

Bulan lalu, Korea Utara mencatat telah berhasil menguji rudal baru yang bisa menjangkau Korea Selatan dan AS. Para pakar di Amerika Serikat pun tidak yakin dengan klaim Korea Utara terkait rudalnya yang bisa memberikan daya ledak yang besar kepada Negeri Paman Sam.

Namun, para pakar itu juga mempertanyakan kemampuan perlindungan AS dalam mengantisipasi potensi rudal yang disebut memiliki kecepatan yang akurat dalam mencapai sasaran tersebut.

Di sisi lain, kementrian pertahanan Korea Selatan menyebutkan, pada tes terakhir rudal Korea Utara itu disebut menempatkan Washington sebagai target jangkauannya. Namun, pihak Korea Utara masih perlu membuktikan lebih kuat lagi kalau pengembangan rudalnya itu sudah sampai tahap akhir.

Para pakar pun menilai, Korea Utara hanya mampu menjalani dua sampai tiga tes lagi untuk menyiapkan penyempurnaan operasi rudal tersebut.

Lalu, Presiden AS Donald Trump pun bersumpah rudal Korea Utara tidak akan mampu mencapai AS. Dalam menyelesaikan polemik AS dan Korea Utara itu, Trump menyebut, semua opsi sudah ada di meja, termasuk persiapan militer.

“Namun, dalam polemic ini, pihaknya mengutamakan solusi diplomasi,” ujarnya.

Adapun, Sekretaris Negara Rex Tillerson mendesak Korea Utara untuk menghentikan pengujian rudal yang terus berlanjut agar perundingan dengan AS bisa terus dilanjutkan.

Tag : korea utara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top