Jaminan Perlindungan TKI Jadi Fokus Utama NTB

Jaminan perlindungan dan perlakuan yang baik kepada para TKI asal NTB dari masyarakat Hongkong menjadi fokus bahasan utama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan pihak Konsulat Jendral RI untuk Hongkong.
Eka Chandra Septarini | 11 Desember 2017 20:18 WIB
Tenaga kerja indonesia (TKI) - JIBI

Kabar24.com, MATARAM -- Jaminan perlindungan dan perlakuan yang baik kepada para TKI asal NTB dari masyarakat Hongkong menjadi fokus bahasan utama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan pihak Konsulat Jendral RI untuk Hongkong.

Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin meminta jaminan bahwa seluruh tenaga kerja indonesia khususnya dari NTB benar-benar mendapatkan perlakuan yang baik dan profesional sesuai dengan kemampuannya.

"Setinggi-tingginya pendapatan yang mereka dapat, bila perlakuan yang diterima tidak manusiawi maka gaji yang tinggi itu tidak akan ada artinya," ujar Amin di Mataram, Senin (11/12/2017).

Bahkan, Amin menegaskan pihak pemerintah daerah siap apabila TKI memerlukan pendampingan terhadap tenaga kerja indonesia khususnya dari NTB yang mendapat permasalahan di negara tempatnya bekerja.

Konjen RI untuk Hongkong Tri Tharyat memastikan bahwa TKI yang bekerja di Hongkong akan mendapat perlindungan hukum apabila di kemudian hari saat bekerja di sana tersangkut kasus hukum.

"Dalam catatan KJRI Hongkong, sebanyak 157 ribu TKI indonesia yang bekerja di Hongkong dan 4.800 tenaga kerja yang berasal dari NTB," ujar Tri.

Sejauh ini, Tri menilai Hongkong menjadi salah satu destinasi kerja yang telah memberikan perlindungan yang sangat baik kepada TKI dan tenaga asing lainnya dengan serangkaian aturan-aturan yang sangat positif. Hal tersebut diperkuat pula dengan kerjasama yang sangat baik antara KJRI dengan otoritas di Hongkong.

Perwakilan Asosiasi PPTKI Hongkong Cheung Kit Man mengungkapkan saat ini Hongkong membutuhkan tambahan pengiriman tenaga kerja baik dari Indonesia maupun negara lainnya.

"Dari 320 ribu tenaga kerja asing yang bekerja di Hongkong, separuhnya berasal dari Indonesia. Kami harap ada penambahan tenaga kerja sebesar 75% baik dari Indonesia maupun negara lainnya," ujar Cheung.

Penambahan jumlah tenaga kerja asal Indonesia diperlukan karena populasi lansia di Hongkong meningkat, sehingga dibutuhkan banyak tenaga kerja untuk merawat mereka.

Cheung juga mengatakan dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja diharapkan gaji asisten rumah tangga di Hongkong juga meningkat. Ia juga menginformasikan pada saat sekarang ini gaji minimum untuk tenaga kerja di hongkong paling tinggi di Asia dan Timur Tengah, sekitar Rp7,6 juta.

Tag : ntb, perlindungan tki
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top