Kerugian Ekonomi Erupsi Gunung Agung, Ini Hitung-hitungan Wapres Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan aktivitas erupsi Gunung Agung yang kini berstatus awas telah menyebabkan kerugian bagi pariwisata Bali dan perekonomian secara nasional.
Irene Agustine | 28 November 2017 15:41 WIB
Asap dan abu vulkanik menyembur dari kawah Gunung Agung di Pura Lempuyang, Karangasem, Bali, Senin (27/11). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status Gunung Agung dari level siaga ke awas setelah terjadinya peningkatan letusan dengan semburan asap dan abu vulkanik hingga ketinggian 3.400 meter. ANTARA FOTO - Nyoman Budhiana

Kabar24.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan aktivitas erupsi Gunung Agung yang kini berstatus awas telah menyebabkan kerugian bagi pariwisata Bali dan perekonomian secara nasional.

Wapres menjelaskan bahwa selama ini rerata wisatawan asing yang masuk ke Bali dapat mencapai 8.000-9.000 orang per hari. Dengan penutupan total Bandara Ngurah Rai dalam dua hari belakangan, tentunya akan menganggu pemasukan masyarakat Bali.

"Ini dari asing saja ya, berarti kalau sudah tiga hari tidak masuk, hitung saja berarti ada 24.000 wisatawan yang tidak masuk.Tentu ada kerugiannya," katanya di Kantor Wakil Presiden, Selasa (28/11/2017).

Perihal perkiraan kerugian, Wapres mengatakan Kementerian Pariwisata punya hitungan sendiri. "Tapi intinya ya itu, tiap hari ada kira-kira 8.000-9.000 turis asing terganggu untuk masuk ke Bali."

Dia mengatakan aktivitas Gunung Agung memang memakan waktu, namun dia berharap industri pariwisata di Bali akan segera pulih seperti sedia kala.

Meningkatnya status Gunung Agung dari Siaga (level 3) menjadi awas (level 4) terhitung mulai hari ini Senin 27 November 2017, sejak pukul 06.00 WITA berdampak pada penutupan bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

Pemerintah sendiri sudah meminta industri penerbangan dan perhotelan untuk memberikan sejumlah kompensasi kepada wisatawan yang terganggu untuk memasuki Pulau Dewata tersebut.

Tag : bali, jusuf kalla, gunung agung
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top