Baznas Kembangkan Data Base Kemiskinan Berbasis Teknologi Informasi

Badan Amil Zakat Nasional dalam lima tahun terakhir ini tengah mengembangkan sistem data base kemiskinan berbasis teknologi informasi.
Nurudin Abdullah | 24 November 2017 23:09 WIB
Warga beraktivitas di permukiman yang terletak di bantaran Sungai Cisadane, Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/10). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Kabar24.com, JAKARTA-Badan Amil Zakat Nasional dalam lima tahun terakhir ini tengah mengembangkan sistem data base kemiskinan berbasis teknologi informasi.

Deputi Baznas Arifin Purwakananta mengatakan melalui sistem tersebut data yang dimiliki Baznas disambungkan dengan data milik Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/ Kota dan Lembaga Amil Zakat.

“Pengembangan sistem data base itu juga dilakukan bersama Kementerian Sosial dengan kerja sama, di antaranya berupa program penyelarasan data kemiskinan di Indonesia,” katanya, Jumat (24/11/2017).

Menurutnya, penyelarasan data kemiskinan berupa data nama dan alamat masyarakat miskin itu akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan dan program pengentasan kemiskinan.

Penyelarasan data kemiskinan tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu bagian dari nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara Baznas dan Kementerian Sosial tentang penanganan fakir miskin.

Dia menjelaskan dalam nota kesepahaman itu kedua lembaga sepakat mendayagunakan sumberdaya dan meningkatkan koordinasi dalam peningkatan kesejahteraan sosial fakir miskin dan mustahik.

Dengan kesepahaman itu, lanjutnya, kedua pihak akan mengintegrasikan data terpadu kemiskinan dan data mustahik (golongan yang berhak menerima zakat), serta melakukan pemberdayaan mereka melalui program yang sudah berjalan.

Untuk itu, imbuhnya, Baznas berharap data kemiskinan dapat diselaraskan agar pelayanan kedua lembaga, Baznas dan Kementerian Sosial, kepada masyarakat miskin tidak menjadi tumpang tindih.

"Penyelarasan data kemiskinan ini juga akan membuat program-program penanganan kemiskinan di Indonesia dapat lebih terukur," ujarnya.

Arifin juga mengungkapkan selama periode Januari hingga pertengahan November 2017, Baznas berhasil mengumpulkan dana zakat, infak, sedekah serta dana sosial keagamaan lainnya dari masyarakat Indonesia sebesar Rp136 miliar.

Dana tersebut, lanjutnya, disalurkan melalui berbagai bidang program yang bertujuan memutus rantai kemiskinan baik dengan cara santunan maupun pemberdayaan, misalnya program di bidang ekonomi dengan mendidirkan minimarket Z-Mart.

Tag : teknologi informasi, baznas
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top