Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korupsi E-KTP : DPD Golkar Seluruh Indonesia Ditantang Berani Jujur Soal Novanto

Golkar dinilai dalam kondisi kritis dan diambang kehancuran jika tidak ada keberanian untuk berkata jujur dari para pimpinan daerah partai itu di seluruh Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 November 2017  |  22:38 WIB
Ketua DPR Setya Novanto dibawa keluar dari mobil ambulance setibanya di RSCM Kencana, Jakarta Pusat, Jumat (17/11). Setya Novanto dibawa ke RSCM Kencana untuk tindakan medis lebih lanjut. - ANTARA/Ubaidillah
Ketua DPR Setya Novanto dibawa keluar dari mobil ambulance setibanya di RSCM Kencana, Jakarta Pusat, Jumat (17/11). Setya Novanto dibawa ke RSCM Kencana untuk tindakan medis lebih lanjut. - ANTARA/Ubaidillah

Kabar24.com, YOGYAKARTA - Golkar dinilai dalam kondisi kritis dan diambang kehancuran jika tidak ada keberanian untuk berkata jujur dari para pimpinan daerah partai itu di seluruh Indonesia.

Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar se-Indonesia diharapkan bersatu untuk menyelamatkan partai dari keterpurukan dan pembusukan, kata Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta Gandung Pardiman.

"Peranan DPD I Partai Golkar sangat menentukan hancur tidaknya partai berlambang pohon beringin itu ke depan," kata Gandung menanggapi status tersangka Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto pada kasus KTP elektronik, di Yogyakarta, Minggu (19/11/2017).

Menurut dia, kalau daerah salah langkah dalam bersikap, maka yang menjadi korban adalah Partai Golkar. Kader daerah harus berani berjuang untuk kepentingan partai, karena persepsi dan opini masyarakat terhadap Partai Golkar saat ini sangat buruk.

Oleh karena itu, kata dia, jika daerah tidak bersatu dalam satu tujuan menyelamatkan Partai Golkar, maka partai akan semakin terpuruk dan membusuk. Sejarah kelam akan tertulis bahwa Golkar hancur karena peran daerah tidak progresif dan tidak melihat ke depan.

"Sudah saatnya DPD I Partai Golkar se-Indonesia berani mengatakan yang salah adalah salah yang benar adalah benar dan mengatakan yang baik adalah baik, yang buruk adalah buruk," kata mantan Koordinator Ketua DPD I Partai Golkar se-Indonesia itu.

Ia mengatakan, langkah penyelamatan Partai Golkar harus digerakkan oleh daerah, dengan motto "Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe demi Golkar". Adanya usulan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar perlu dikaji bersama secara kritis.

"Jika Munaslub Partai Golkar memang menjadi obat mujarab, mari kita perjuangkan bersama dan daerah sebagai pelopornya," kata mantan Ketua DPD Partai Golkar DIY selama dua periode itu.

Berkaitan dengan hal itu, pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar diskusi yang mendatangkan tokoh-tokoh nasional Partai Golkar ke Yogyakarta membicarakan upaya penyelamatan partai untuk menghadapi Pemilu 2019.

Sementara itu, Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD I Partai Golkar DIY Johanes Serang Keban menyarankan agar Setyo Novanto mengundurkan diri dari Ketua Umum Partai Golkar dan fokus menyelesaikan kasus hukumnya.

"Sebaiknya Setya Novanto dengan jiwa besar dan legawa mundur dari Ketua Umum Partai Golkar, sehingga beliau bisa berkonsentrasi penuh menghadapi kasusnya," kata politisi senior Partai Golkar DIY itu.

Menurut dia, perkembangan kasus Setya Novanto dari waktu ke waktu semakin ruwet dan opini politik tidak bisa dihindari oleh Golkar. Hal ini yang harus disadari oleh seluruh kader Partai Golkar.

"Kalau Setya Novanto mencintai Golkar, maka jalan terbaik adalah mengundurkan diri secara terhormat demi partai agar tidak semakin terpuruk," kata Johanes.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Munaslub Golkar setya novanto korupsi e-ktp

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top