UMM gelar AICIC Dorong Perdamaian Dunia

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan Annual International Conference on Islam and Civilization (AICIC).
Choirul Anam | 16 November 2017 01:46 WIB
UMM - student.umm.ac.id

Kabar24.com, MALANG - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan Annual International Conference on Islam and Civilization (AICIC), untuk mengajak umat Islam dari berbagai belahan dunia untuk duduk bersama dan memberi solusi nyata terhadap persoalan-persoalan yang sedang terjadi di dunia saat ini.

Rektor UMM Fauzan mengatakan kegiatan merupakan bentuk inisiasi perguruan tinggi milik Muhammadiyah tersebut bagi  kebangkitan semangat Islam untuk perabadan dunia.

“Konferensi yang kami ini dirancang sebagai acara akademik dan ilmiah untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dalam penyelesaian masalah dunia. AICIC akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad (17-19/11) di Auditorium UMM,” ujarnya di Malang, Jawa Timur, pada Rabu (15/11/2017).

Kegiatan AICIC dibagi menjadi dua yakni presentasi call paper yang diikuti 11 negara dan dilanjutkan dengan kegiatan konsorsium yang diikuti sejumlah perguruan tinggi di dunia yang mengelola pendidikan Islam.

Selain itu, pada konsorsium akan hadir para pakar dari Australia, Amerika Serikat, Kamboja, Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Para peserta yang telah hadir adalah orang-orang terpilih yang memiliki ketertarikan pada isu-isu dan konflik yang terjadi di dunia.

Di antara sejumlah pakar yaitu Prof Moh. Zain Musa (Royal Academy of Cambodia), Prof Amin Saikal (Director of the Centre for Arab and Islamic Studies, Australian National University), Asst Prof Nefertari Arsad (Istitute of Islamic Studies, University of Philippines Diliman Quezon City, Filipina), Associate Prof Muhamad Ali (Director of Middle East and Islamic Studies, University of California, Riverside, USA), Prof Mun’im Sirry (Notre Dame University, USA), Prof Amsal Bakhtiar dan Prof Dr Abdurrahman Mas’ud (keduanya dari Departemen Agama RI), dan Prof. Syamsul Arifin (Wakil Rektor I UMM).

Ketua Pelaksana AICIC Salis Yuliardi menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk aksi nyata dari Islam yang selama ini banyak terkenal dengan peperangan dan terorisme.

"Di sini saya menyampaikan ulang pernyataan inisiator kegiatan ini, Pak Rektor UMM, yang mencitrakan Islam dianggap kurang memberikan kontribusi pada perdaban dunia," tutur Salis.

Kegiatan ini juga bertujuan menunjukkan bahwa telah banyak Muslim yang sebenarnya telah menginspirasi dan menjadi bagian dari peradaban dunia.

Pada segi tema, kegiatan ini ini benar-benar menekankan pada peran Islam untuk melahirkan pemikiran yang kontributif. Sub-topik pada kegiatan ini adalah pendidikan Islam, teologi-teologi Islam, ekonomi Islam, politik Islam, sosial budaya, dan teknologi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
islam

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top