Presiden Ingin Kader Nasdem Ikut Awasi Padat Karya Cash

Presiden Joko Widodo meminta seluruh kader Partai Nasdem di tingkat cabang untuk ikut mengawasi Program Padat Karya Cash yang rencananya digulirkan menggunakan dana desa mulai 2018.
Newswire | 16 November 2017 02:08 WIB
Ilustrasi: Pekerja menyelesaikan produksi sepatu untuk ekspor. - JIBI/Wahyu Darmawan

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta seluruh kader Partai Nasdem di tingkat cabang untuk ikut mengawasi Program Padat Karya Cash yang rencananya digulirkan menggunakan dana desa mulai 2018.

"Padat Karya Cash itu untuk buka lapangan kerja bagi seluruh rakyat. Saya minta kader Nasdem di DPC ikut awasi. Ini tugas dari Presiden. Ngawasi sambil bisik-bisik, berikan semangat kepada masyarakat bahwa kesemlatan kerja itu ingin kita buka seluas-luasnya dan selebar-lebarnya," kata Presiden.

Jokowi menyampaikan hal itu dalam arahannya di acara pembukaan Rakernas IV dan Perayaan HUT keenam Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu malam (15/11/2017).

Presiden menyampaikan bahwa sejatinya dana desa telah digulirkan selama tiga tahun terakhir sebanyak tuga kali dengan nilai masing-masing Rp20 triliun pada 2015, Rp47 triliun pada 2016 dan Rp60 triliun 2017.

"Ini sebetulnya untuk apa, larinya kemana sih. Kita ingin peredaran uang yang ada di bawah, di desa, di daerah itu semakin besar," kata Presiden.

Namun dalam perkembangannya, kata Presiden, masyarakat di desa mengharapkan adanya sebuah lapangan pekerjaan. Akhirnya pemerintah mencetuskan agar dana desa yang ada di kementerian separuhnya digunakan untuk padat karya menciptakan lapangan pekerjaan.

"Sudah saya perintahkan dana desa tahun depan di Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan, semuanya, itu separuh anggaran yang ada digunakan untuk padat karya, agar membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya untuk rakyat," kata Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri padat karya, dana desa

Sumber : Antara
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top