TUR ASIA PRESIDEN AS : Di China, NBA Lebih Populer Daripada Donald Trump

Menjelang dimulainya agenda kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China, warga Negeri Panda diminta mengungkapkan kesan mereka terhadap negara adidaya tersebut dalam satu kata.
Renat Sofie Andriani | 08 November 2017 15:30 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara AS Melania Trump menyaksikan gerhana matahari total, Senin (21/8/2017) waktu setempat. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA — Menjelang dimulainya agenda kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China, warga Negeri Panda diminta mengungkapkan kesan mereka terhadap negara adidaya tersebut dalam satu kata.

Ternyata brand NBA lebih melekat dalam pikiran seorang warga China tentang AS dibandingkan dengan penyanyi pop Britney Spears ataupun brand Starbucks. Bahkan ia mungkin lebih ingat brand liga bola basket pria AS tersebut daripada pengusaha besar yang saat ini menjabat sebagai Presiden AS, Donald Trump.

Dalam sebuah video yang dirilis BBC, Rabu (8/11/2017), beberapa warga China lain menyebut ‘demokrasi’ dan ‘kebebasan’ sebagai hal yang mendefinisikan AS.

Beberapa yang lain menyebutkan kesan kedigjayaan yang dimiliki AS sebagai suatu negara serta perannya sebagai pemimpin negara-negara di dunia.

Pada kesempatan yang sama, seorang warga mengungkapkan apa yang ia ingin sampaikan bila diberi peluang untuk bertemu Trump.

“China tidak memperlakukan Amerika sebagai musuh. Kami ingin menjalin pertemanan dengan Amerika. Saya rasa kedua kekuatan besar ini dapat menjadikan dunia yang lebih baik bersama. Mereka tidak harus berselisih,” ujar seorang warga.

Seorang warga lain mengatakan bahwa hubungan China dan AS tidak dapat dipertahankan dengan sikap yang keras dan bahwa AS tidak dapat menerapkan pemikirannya sendiri kepada China.

Sementara itu menurut warga lainnya, Presiden AS dan warga Amerika secara keseluruhan tidak benar-benar paham tentang China dan semestinya dapat lebih banyak mengenal Negeri Tirai Bambu tersebut.

Perdamaian dan persahabatan ditekankan sebagai hal yang paling penting dibandingkan hal lainnya. Adapun terkait koordinasi kebijakan, baik AS dan China harus menjalin komunikasi yang lebih baik demi mencapai tujuan bersama.

China menjadi negara ketiga yang dikunjungi Trump selama safarinya ke Asia, setelah Jepang dan Korea Selatan awal pekan ini. Selama kunjungan di China, Trump diperkirakan akan membahas isu perdagangan dan Korea Utara.

Isu seputar Korea Utara menjadi salah satu hal besar yang mempengaruhi hubungan AS dengan negara ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Trump berulang kali mendesak China untuk melakukan lebih banyak upaya dalam mengendalikan ambisi nuklir Korut.

Di sisi lain, dalam suatu kesempatan, Presiden Xi Jinping mengungkapkan sangat menantikan kunjungan Presiden Trump ke China hari ini.

Ucapan Jinping itu dinilai sejumlah kalangan sebagai indikasi keinginan Pemerintah China untuk memperlonggar aturan bisnis di China, terutama bagi perusahaan asing.

Tag : Donald Trump
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top