Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pembatasan Bank Asing Menghambat Pertumbuhan Ekonomi

Bank Dunia atau World Bank dalam laporannya menyebutkan, pembatasan yang diberlakukan kepada bank asing di negara berkembang sejak krisis 2007/2009 telah menghambat potensi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 08 November 2017  |  12:36 WIB
Pembatasan Bank Asing Menghambat Pertumbuhan Ekonomi
Karyawati beraktivitas di kantor Bank Dunia, di Jakarta, Senin (9/10). - JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Dunia atau World Bank dalam laporannya menyebutkan, pembatasan yang diberlakukan kepada bank asing di negara berkembang sejak krisis 2007/2009 telah menghambat potensi pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut.

Dalam laporan Global Financial Development Report 2017/2018 yang bertajuk Bankers without Borders, Bank Dunia mengatakan pembatasan pada bank asing di negara berkembang telah membatasi arus pembiayaan yang sangat dibutuhkan bagi perusahaan dan rumah tangga. Hal itu berpeluang menghambat prospek pertumbuhan ekonomi kawasan yang lebih baik.

“Perbankan asing memang berpotensi menciptakan risiko ketidakstabilan ekspor, terutama bagi negara-negara dengan peraturan dan institusi yang buruk.Tapi tanpa sektor perbankan yang kompetitif, masyarakat miskin tidak akan dapat mengakses layanan keuangan dasar,” kata Presiden World Bank Group Jim Yong Kim, Rabu (8/11/2017).

Dia menambahkan, kurangnya penetrasi bank asing di negara berkembang akan membuat sejumlah bisnis terhambat dan pertumbuhan sektor perbankan di kawasan tersebut  akan melambat. Menurutnya, bank multinasional dapat memiliki manfaat penting untuk pembangunan, meskipun bukan satu-satunya solusi dan tetap berpeluang membawa risiko negatif.

Di sisi lain, Bank Dunia berharap para pengambil kebijakan di negara berkembang mulai memperbaiki sistem di sektor keuangannya. Langkah itu dinilai akan mampu meminimalkan tekanan dari risiko yang ditimbulkan dari perbankan asing.

Seperti diketahui, krisis ekonomi 2007-2009 telah mendorong negara-negara berkembang melakukan evaluasi yang ketat terkait kehadiran bank-bank asing di negara mereka. Fenomena itu menyebabkan terjadinya pembatasan akses oleh bank-bank asing dan menekan layanan kredit lintas batas untuk dihentikan.

Direktur Riset Bank Dunia Asli Demirguc-Kunt mengatakan keterbukaan terhadap perbankan asing memang tidak menjamin terjadinya perkembangan keuangan atau stabilitas. Namun, menurutnya,  dari sejumlah penelitian menunjukkan bagaimana kebijakan yang tepat dapat memastikan bahwa keterbukaan pada bank asing justru menimbulkan iklim bersaing yang sehat.

“Dampaknya, peningkatan akses publik terhadap modal meningkat sehingga dapat memacu pertumbuhan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank asing
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top