Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLTU di India Meledak, 29 Orang Tewas

Jumlah korban tewas akibat ledakan pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan bahan bakar batubara di India utara bertambah menjadi 29 orang, menurut keterangan pihak perusahaan pada Kamis (2/11), setelah tiga korban cedera akhirnya mengembuskan napas terakhir mereka.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 November 2017  |  10:01 WIB
PLTU di India Meledak, 29 Orang Tewas
Ilustrasi - Dailymail
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Jumlah korban tewas akibat ledakan pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan bahan bakar batubara di India utara bertambah menjadi 29 orang, menurut keterangan pihak perusahaan pada Kamis (2/11), setelah tiga korban cedera akhirnya mengembuskan napas terakhir mereka.

Puluhan orang lainnya masih menjalani perawatan akibat luka bakar serius yang mereka alami, Rabu, ketika pipa boiler meledak di pembangkit listrik yang dikelola oleh perusahaan energi nasional terbesar India di Negara Bagian Uttar Pradesh.

Perusahaan yang dikelola negara, National Thermal Power Corporation (NTPC) menyatakan jumlah korban tewas bertambah menjadi 29 jiwa pada Kamis malam.

"Sebanyak 29 orang meninggal akibat cedera dan 85 orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit," menurut keterangan NTPC, seperti dikutip AFP.

"Keluarga NTPC menyatakan duka cita yang mendalam dan dukungan bagi para pekerja yang meninggal dan telah berkontribusi dalam menyediakan tenaga listrik bagi semua selama 24 jam sehari dalam seminggu."

Seorang penyintas menjelaskan ia dilalap uap panas membakar saat ledakan terjadi. Pria tersebut kehilangan kesadaran dan terbangun di rumah sakit dengan luka bakar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top