Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Densus 88 Buru Dua Terduga Teroris di Bima

Densus 88 antiteror saat ini tengah memburu dua orang terduga teroris pasca kontak senjata di lereng perbukitan Mawu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (30/10/2017).
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 31 Oktober 2017  |  13:56 WIB
Densus 88 Buru Dua Terduga Teroris di Bima
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kiri) memberi keterangan kontak senjata antara Densus 88 antiteror dengan teroris di lereng perbukitan Mawu, Nusa Tenggara Barat (NTB), kepda pers di Jakarta, Selasa (31/10/2017). - Bisnis.com/Juli Etha

Kabar24.com, JAKARTA - Densus 88 antiteror saat ini tengah memburu dua orang terduga teroris pasca kontak senjata di lereng perbukitan Mawu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (30/10/2017).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyampaikan dalam kontak senjata tersebut, pihak Densus 88 berhasil melumpuhkan dua dari empat terduga teroris yang dilaporkan berada di wilayah oerbukitan Mawu.

"Dari Kontak senjata tersebut, dua orang terduga teroris meninggal Dunia yakni Amir alias Dance dan Yaman," kata Setyo, Selasa (31/10/2017).

Adapun identitas dua orang terduga teroris lainnya yang berhasil melarikan diri masih belum diketahui. Keempat orang ini diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah.

"Diduga memiliki keterkaitan juga dengan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso alias Abu Wardah dan telah menerima perintah dari Santoso untuk melakukan aksi Teror di Bima, NTB. Walaupun Santoso sudah meninggal.tapi masih ada sisa sisanya di sana," tambah Setyo.

Selain MIT, keempat orang ini juga diduga ada kaitannya dengan Jamaah Anshar Daulah (JAD) Bima.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

densus 88
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top