Festival Pesona Selat Lembeh 2017 Siap Dihelat

Pemerintah Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara siap menggelar Festival Pesona Selat Lembeh 2017 yang akan diselenggarakan mulai 6 - 10 Oktober tahun ini.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 02 Oktober 2017  |  17:01 WIB
Festival Pesona Selat Lembeh 2017 Siap Dihelat
Selat Lembeh - paketwisatamurahpromo.com

Kabar24.com, MANADO - Pemerintah Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara siap menggelar Festival Pesona Selat Lembeh 2017 yang akan diselenggarakan mulai 6 - 10 Oktober tahun ini.

Festival tahunan yang kali ini mengusung tema Warna-Warni Pesona Bitung alias Colorful Bitung tersebut dimaksudkan sebagai ajang promosi sekaligus mengukuhkan Kota Bitung sebagai wisata alternatif baru yang layak diperhitungkan di Sulawesi Utara.

Humas Pemerintah Kota Bitung, Jacky S. Rumengan mengatakan bahwa Selat Lembeh adalah salah satu destinasi unggulan Kota Bitung yang telah mendunia sebagai salah satu titik destinasi diving dunia berkat keberadaan critters unik yang hanya ada di Bitung, muck diving terbaik dunia, dan dikenal sebagai The Mecca of Macro Photography.

"Rangkaian acara Festival Pesona Selat Lembeh 2017 akan dibuka secara resmi pada 6 OKtober 2017. Festival ini akan menghadirkan banyak acara unggulan," ujarnya, Senin (2/10).

Sejumlah acara itu diantaranya Parade Kapal Nelayan/Pakura Hias, Lomba Renang Selat Lembeh, Festival Tuna, Lomba Lari 10K, Pagelaran Budaya, Lomba Masak Nasi Bulu Cakalang dan Tuna Woku.

Rangkaian acara Festival Pesona Selat Lembeh 2017 akan dipusatkan di Pelabuhan Satkamla Lantamal VIII, Kota Bitung. Sedangkan acara puncak yang akan digelar 9 Oktober 2017, menjadi wujud kontribusi warga Kota Bitung, karena melibatkan muda-mudi Kota Bitung yang telah berlatih 1 bulan lalu, demi mempersembahkan gelaran terbaik bagi kota tercinta.

"Acara puncaknya bertema Cerita Anak Negeri dalam format pertunjukan teater musikal," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bitung, Sulawesi Utara Erfinna Lalamentik mengatakan bahwa festival tahunan yang telah diadakan sejak 2009 itu, awalnya merupakan wujud rasa syukur para nelayan dan pengusaha ikan atas hasil laut yang berlimpah.

"Festival Pesona Selat Lembeh merupakan festival kebanggaan warga kota Bitung," ujarnya.

Menurutnya Festival Pesona Selat Lembeh 2017 juga bakal menjadi wadah bagi kreatifitas warga Kota Bitung untuk menyajikan beragam acara, dari masyarakat untuk masyarakat.

Max Lomban, Walikota Bitung menambahkan bahwa diharapkan gaung acara Festival Pesona Selat Lembeh 2017 dan promosi wisata Kota Bitung dapat sampai ke masyarakat di luar kota Bitung.

"Kami ingin mempromosikan pesona wisata Kota Bitung dengan program Bitung Bahari Berseri sekaligus memperkenalkan 5 pilar pesona wisata," ujarnya.

Lima pesona itu antara lain pesona maritim, pesona flora, pesona fauna, pesona sejarah, pesona religi dan pesona budaya.

"Warna-warni Kota Bitung dengan segala pesona inilah yang ingin kami sebarluaskan kepada masyarakat Indonesia maupun mancanegara," ujarnya.

Seperti diketahui, Selat Lembeh adalah selat di Kota Bitung, yang menghubungkan daratan utama Pulau Sulawesi dengan Pulau Lembeh, dan bisa ditempuh dengan menyeberang kapal atau ferry selama 10 menit.

Kota Bitung sendiri berjarak sekitar 45 kilometer dari Manado, ibu kota Sulawesi Utara. Wisatawan bisa memilih bersantai dengan berenang menikmati keindahan pantai bersih dan alami, menginap di resort-resort atau homestay yang dikelola masyarakat dengan pemandangan memukau dari Gunung Dua Sudara.

Penyuka adventure, olahraga selam maupun snorkeling akan dimanjakan dengan pesona Selat Lembeh. Inilah salah satu titik destinasi diving dunia berkat 92 titik selam.

Keunikan Selat Lembeh terletak pada biota berukuran kecil, langka, dan tidak ditemukan di tempat lain karena bersifat endemik yang tidak akan ditemukan di kawasan lainnya, hingga menjadikan Selat Lembeh tersohor sebagai The Mecca of Divers atau The Mecca of Macro Photography.

Bitung kian memikat berkat keberadaan Cagar Alam Tangkoko, rumah bagi ratusan mamalia, burung, reptil dan amfibi, serta habitat asli 2 primata endemik Sulawesi Utara yang terancam punah, yaitu Yaki dan Tarsius.

Kekayaan fauna yang ada di Cagar Alam Tangkoko, Taman Wisata Batu Putih, Taman Wisata Batu Angus seperti pohon enau, woka, ebony hingga pohon bitung, menjadikan treking adalah aktivitas yang tak boleh dilewatkan.

Nikmati keindahan dan keunikan 3 kawasan ekowisata, umenyusuri hutan mangrove sekaligus menikmati keindahan pantai. Kawasan Ekowisata Pintu Kota, Ekowisata Kareko dan Ekowisata Pasir Panjang.

Bitung juga merupakan kota multi kultur dan multi etnis, berkat keberadaan etnis Sangihe-Talaud, Minahasa, Gorontalo, Toraja Tionghoa, Makassar, Gowa, Bugis, Jawa, dan lain sebagainya.

Wisata sejarah jangan dilewatkan. Datangi Monumen Trikora, Monumen Jepang, Kapal Karam/Mawali Wreck, Aer Prang dan masih banyak lagi.

Bitung juga merupakan kota industri yang dinamis berkat keberadaan industri perkapalan, pengalengan ikan, minyak goreng, hingga mie instan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
festival, sulut

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top