Ini Pengakuan Hugh Hefner Tentang Majalah Playboy, Seks dan Gaya Hidup

Hefner menciptakan Playboy sebagai majalah pria berkertas glossy pertama yang bergaya. Selain berisi edisi telanjang, Hefner memiliki daya tarik intelektual dengan menampilkan penulis papan atas.
Saeno | 28 September 2017 16:25 WIB
Karangan bunga dan lilin ditaruh di atas lambang bintang bertuliskan nama pendiri Playboy Hugh Hefner "Sang Nabi Hedonisme Pop" di Hollywood Walk of Fame, Los Angeles, California, setelah Hefner meninggal pada Rabu 27 September 2017 dalam usia 91 tahun. - Reuters/Kyle Grillot

Bisnis.com, JAKARTA - Jauh sebelum Internet menyebarkan ketelanjangan ke mana-mana, Hefner harus menghadapi tuduhan cabul pada tahun 1963 karena menerbitkan dan mengedarkan foto-foto selebritis tanpa busana.

Hefner menciptakan Playboy sebagai majalah pria berkertas glossy pertama yang bergaya. Selain berisi edisi telanjang, Hefner memiliki daya tarik intelektual dengan menampilkan penulis papan atas seperti Kurt Vonnegut, Joyce Carol Oates, Vladimir Nabokov, James Baldwin dan Alex Haley. Nama-nama itu terhidang untuk para pria yang suka mengatakan jika mereka tidak membeli majalah Playboy hanya untuk gambarnya.

Wawancara mendalam dengan tokoh bersejarah seperti Fidel Castro, Martin Luther King Jr., Malcolm X, dan John Lennon juga tampil secara reguler di majalan berlogo kelinci ini.

"Saya tidak pernah memikirkan Playboy sepenuhnya sebagai majalah seks," kata Hefner kepada CNN pada tahun 2002. "Saya selalu menganggapnya sebagai majalah gaya hidup, dan seks merupakan salah satu unsur penting."

Hefner terbukti jenius untuk soal branding. Siluet kelinci majalah itu menjadi salah satu logo paling terkenal di dunia dan pelayan "kelinci" di klub malam Playboy-nya langsung dikenali dengan seragam jas renang berpotongan rendah serta dasi kupu-kupu, ekor katun bengkak plus telinga kelinci.

Hef, panggilan itu dimulai saat ia memanggil dirinya sendiri di sekolah menengah atas, juga merupakan logo hidup untuk Playboy. Dialah pria yang memimpin kerajaan bisnisnya dengan mengenakan piyama sutra dengan jaket berasap dari pipa cangklong yang diisapnya.

"Apa yang saya ciptakan keluar dari impian remaja saya tentang fantasi," katanya kepada CNN. "Saya mencoba untuk mendefinisikan kembali apa artinya menjadi pemuda, pria perkotaan."

Setelah menulis untuk majalah Esquire, Hefner menikah dan bekerja di bagian sirkulasi sebuah majalah anak-anak Children's Activities. Di sanalah ia mulai merencanakan apa yang akan menjadi majalah Playboy.

Edisi pertama Majalah Playboy terbit pada Desember 1953 - menampilkan foto telanjang aktris Marilyn Monroe - dan langsung menjadi hit.

Saat majalah tersebut beredar, Hefner diserang dari kubu kanan karena menampilkan ketelanjangan dan serangan dari kelompok kiri dilancarkan kaum feminis yang mengatakan bahwa majalah itu merendahkan serta menjadikan wanita hanya sebagai objek seks.

Hefner pernah menyatakan seks sebagai "faktor pendorong utama dalam perjalanan sejarah manusia" dan, dengan menggunakan model bisnis tertentu, Playboy berkembang selama revolusi seksual. Memasuki tahun 1970an, sirkulasi bulanan Playboy mencapai 7 juta eksemplar.

Hefner mulai menghadapi persaingan pada 1980-an saat majalah Penthouse dan Hustler tampil dengan lebih banyak foto eksplisit. Di sisi lain, dampak sosial Playboy memudar sangat jauh pada abad ke-21. Klub Playboy ditutup pada 1991 namun sebagian akan dihidupkan kembali.

Setelah menderita stroke ringan pada 1985, Hefner menjadikan putrinya Christie sebagai chief executive officer Playboy Enterprises. Ditangan Christie, Playboy mengalami periode perombakan. Makeover menandai era Christie sebelum ia mengundurkan diri tahun 2009.
Kerajaan Playboy kemudian beralih ke anak laki-laki Hefner, Cooper. Pria ini hampir 40 tahun lebih muda dari Christie dan mencatatkan peran yang besar dalam perannya mengelola perusahaan di tahun 2014.

"Ayah saya menjalani kehidupan yang luar biasa dan berdampak sebagai pelopor media dan budaya dan suara terdepan di balik beberapa gerakan sosial dan budaya paling penting di zaman kita dalam mengadvokasi kebebasan berbicara, hak-hak sipil dan kebebasan seksual," kata Cooper dalam sebuah pernyataan, menurut sebuah posting di media sosial.

Majalah Playboy, yang dimulai dengan edisi Maret 2016, berhasil lolos dengan ketelanjangan frontal penuh dalam rebranding yang tak terbayangkan dalam masa kejayaan publikasi tersebut.

Playboy melanjutkan ketelanjangan setahun kemudian karena anak Hefner, Cooper mengumumkan sebuah filosofi baru untuk perusahaan tersebut.

Pada Agustus 2016, salah satu tetangga Hefner, seorang investor ekuitas swasta, mengumumkan telah membeli rumah Playboy seharga $100 juta dengan perjanjian bahwa Hefner dapat tinggal di sana sampai ia meninggal.

Sebelum mengelola Playboy, Hefner menikahi Millie Williams tahun 1949 dan mereka bercerai 10 tahun kemudian. Inilah masa Hefner menjadi pria single dengan “rating” tertinggi. Banyak wanita yang berbagi tempat tidurnya yang bulat, beroda, dan bergetar termasuk model yang berpose di majalahnya. Tahun 1989 ia menikahi salah satu dari mereka, Playmate of the Year Kimberly Conrad.

Mereka memiliki dua putra tapi eksperimen Hefner dengan rumah tangga tradisional berakhir dengan perceraian setelah 10 tahun. Conrad pindah ke sebuah rumah di sebelah Hefner sehingga dia bisa tetap dekat dengan putra mereka.

Tahun 2008 setelah putus dari Holly Madison, Hefner mengatakan bahwa dirinya berharap bisa menghabiskan sisa hidup bersama Millie kembali. Tak lama kemudian, Hefner menambahkan anak kembar berusia 19 tahun ke dalam kelompoknya sebelum kembali menikah lagi dengan Harris.

Sumber : Reuters

Tag : majalah playboy
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top