Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Donald Trump: Pemangkasan Pajak Jadi Rencana Bersejarah

Presiden Donald Trump memulai kampanyenya untuk memangkas tarif pajak korporasi dan individu dan mengajukan proposal tersebut sebagai sentakan ekonomi yang akan meningkatkan tenaga kerja di AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 September 2017  |  07:39 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump - Reuters
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Donald Trump memulai kampanyenya untuk memangkas tarif pajak korporasi dan individu dan mengajukan proposal tersebut sebagai hentakan ekonomi yang akan meningkatkan tenaga kerja di AS.

"Negara dan ekonomi kita tidak dapat lepas landas seperti seharusnya jika kita tidak mengubah kode pajak usang AS yang kompleks," kata Trump pada sebuah pidato di Indiana State Fairgrounds, Rabu (27/9) waktu setempat, seperti dikutip Bloomberg.

Trump juga mengatakan bahwa rencananya akan memberikan potongan pajak terbesar dalam sejarah.

Gedung Putih mengeluarkan rencana tersebut pada hari sebelumnya setelah perundingan selama berbulan-bulan antara pejabat pemerintah dan anggota parlemen teratas di Capitol Hill.

Trump sekarang mengandalkan dukungan populis yang mengangkatnya ke kursi kepresidenan untuk memberikan momentum pada rencana tersebut.

Proposal tersebut akan mengurangi pajak perusahaan menjadi 20%, turun dari maksimum 35% dan menurunkan beban pajak untuk entitas perusahaan langsung, termasuk kemitraan dan perseroan terbatas.

Trump berpendapat bahwa dengan menghilangkan pajak, usaha kecil dan peternakan dapat lebih mudah dipindahkan dalam satu keluarga. Trump juga mengatakan bahwa usulan perubahan pada sistem pajak penghasilan akan membuat warga AS kelas menengah memiliki lebih banyak uang.

Presiden mengatakan bahwa sektor manufaktur yang bangkit kembali di Indiana adalah bukti bagaimana pemotongan pajak dapat menguntungkan keluarga kelas menengah.

Pemotongan pajak dan deregulasi di bawah Mike Pence, mantan gubernur negara bagian Indiana yang sekarang menjadi wakil presiden, memberi negara bagian ersebut keunggulan kompetitif yang kuat.

Pada tahun 2013, tahun di mana Pence menjabat, dia menurunkan pajak penghasilan rata-rata negara bagian dari 3,4% menjadi 3,23%. Tahun berikutnya, negara bagian mengeluarkan undang-undang yang menurunkan tingkat pajak korporasi dari 6,5% menjadi 4,9%.

Sejak Pence menandatangani pemotongan pajak pertama di bulan Mei 2013, pekerjaan pada manufaktur di Indiana telah tumbuh 8,5%, sekitar dua kali rata-rata nasional sebesar 4%, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS.

Namun, keseluruhan tingkat pekerjaan di Indiana tumbuh hanya 7%, sedikit lebih lambat daripada rata-rata nasional sebesar 7,8% pada periode yang sama.

Perombakan pajak merupakan janji utama dalam kampanye kepresidenan Trump. Usulan ini menghadapi perundingan sengit di Kongres antara anggota parlemen yang tidak setuju mengenai elemen penting dari proposal yang diajukan Gedung Putih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak Donald Trump
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top