Mengenal Bebegig, Warisan Budaya Banten

Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 yang digelar di area Beach Club, menyuguhkan berbagai acara menarik. Salah satunya, adalah Workshop Bebegig yang merupakan gagasan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Administrator KEK Tanjung Lesung untuk lebih mengakrabkan generasi muda dengan kekayaan tradisi dan warisan budaya Banten.
Mia Chitra Dinisari | 24 September 2017 22:56 WIB
Cilegon Etnic Carnival - pemprov banten

Bisnis.com, JAKARTA - Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 yang digelar di area Beach Club, menyuguhkan berbagai acara menarik. Salah satunya, adalah Workshop Bebegig yang merupakan gagasan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Administrator KEK Tanjung Lesung untuk lebih mengakrabkan generasi muda dengan kekayaan tradisi dan warisan budaya Banten.

Menurut Endang Permana, instruktur yang mengajarkan para peserta bagaimana bebegig sederhana, kegiatan ini dilakukan agar anak-anak muda Banten tidak melupakan budaya lokal. “Juga agar anak-anak muda tidak terbius budaya luar karena bebegig ini merupakan tradisi orang-orang perkampungan, khususnya. Jadi, ini adalah budaya khas Indonesia. Dan harapannya, semoga bebegig dan kolecer ini bisa mendunia,” ujarnya dalam siaran persnya.

Sebagian besar peserta adalah murid-murid dari sejumlah sekolah menengah yang juga merupakan anggota Pramuka Kuarda Banten. Ada nilai lebih dari kegiatan ini yaitu setiap peserta berkesempatan untuk saling mengenal teman-teman mereka yang berasal dari sekolah lain.

Setelah mendengarkan penjelasan yang disampaikan, para peserta dikelompokan menjadi dua; membuat kolecer dan bebegig. Kolecer dan bebegig yang dibuat oleh mereka kemudian diberi dinilai, dan yang terbaik mendapat hadiah hiburan.

“Fokus kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kaum muda untuk dapat mengenal dan mempelajari seni dan budaya Banten, dan bukannya berkompetisi,” jelasnya.

Bebegig dan kcukup terkenal di daerah ini karena cukup dekat kaitannya dengan hidupan warga sekitar. Bebegig  adalah bagian dari atribut sawah yang berfungsi untuk mengusir hama padi.

Menurut Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung Joyce Irmawanti, bebegig adalah orang-orangan sawah yang berfungsi untuk menakut-nakuti burung pengganggu padi.

Kemudian, terkait dengan bahan pembuatnya, Joyce menjelaskan bahwa bebegig biasanya terbuat dari jerami dan bambu sebagai penopangnya. Karena berbentuk seperti manusia, maka dari itu biasanya warga menambahkan pakaian ke bebegig.

"Kearifan lokal masyarakat Pandeglang memang pertanian, khususnya sawah, makanya kolecer dan bebegig dekat kaitannya dengan warga di sini," jelas Joyce.

Joyce menambahkan, terkait dengan bebegig, Pemerintah Provinsi Banten, dalam hal ini Dinas Pariwisata Provinsi Banten, mendukung pelestarian dua atribut daerah itu dengan mengadakan Festival Bebegig di Festival Tanjung Lesung 2017.

Tag : seni budaya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top