Korut Pertimbangkan Uji Bom Hidrogen di Samudra Pasifik

Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan bahwa negaranya mungkin mempertimbangkan untuk menguji bom hidrogen di Samudra Pasifik.
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 September 2017 11:29 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memberi panduan program senjata nuklir dalam foto tak bertanggal yang dirilis Kantor Berita Pusat Korea Utara Korea Utara. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan bahwa negaranya mungkin mempertimbangkan untuk menguji bom hidrogen di Samudra Pasifik.

Berdasarkan laporan kantor berita Koreal Selatan yang dikutip CNBC, Ri mengatakan bahwa kemungkinan pengujian "ledakan bom H yang paling kuat" akan menjadi tindakan "tingkat tertinggi" yang mungkin dilakukan terhadap AS.

Ri menambahkan bahwa dia tidak tahu tindakan apa yang akan diperintahkan oleh Kim Jong-un. Ancaman Ri sangat penting karena uji coba itu akan memindahkan kegiatan senjata nuklir Korea Utara di luar perbatasannya untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, uji coba nuklir Korea Utara dilakukan pada di pegunungan yang terisolasi.

Bom hidrogen berdaya ledak lebih kuat daripada bom atom yang diuji Korea Utara di tahun-tahun sebelumnya. Negara tersebut mengklaim bahwa tes bom yang dilakukan awal bulan ini adalah bom H.

Komentar Ri tersebut menyusul sebuah pernyataan dari Kim yang menyebut penyataan Presiden AS Donald Trump pada pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa awal pekan ini sebagai "omong kosong".

Kim Jong-un juga menyebut Donald Trump mengalami “gangguan mental” dan mengingatkan bahwa presiden AS itu akan menerima pembalasan yang setimpal dengan ancamannya akan “menghancur-leburkan” Korea Utara.

Kim mengatakan bahwa pidato Trump itu semakin membuat dirinya yakin apa yang dia jalankan saat ini merupakan sebuah kebenaran yang akan terus dipertahankan.

“Tindakan nyata merupakan opsi terbaik untuk melayani orang yang tuli, yang hanya mau menang sendiri,” ujarnya memaki presiden AS.

Berita tersebut juga membuat yen Jepang melonjak,. Meskipun Jepang dekat dengan Korea Utara, mata uangnya mendapat keuntungan ketika kekhawatiran investor tiba-tiba meningkat.

Nilai tukar yen Jepang terpantau menguat 0,63% atau 0,71 poin ke level 111,77 yen per dolar As pada pukul 10.57 WIB.

Di sisi alin, mata uang won Korea Selatan mendapat tekanan. Won terpantau melemah 0,58% atau 6,58 poin ke level 1.139,35 won per dolar AS pada pukul 11.57 WIB.

Tag : korea utara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top