Amorepacific Bidik Pertumbuhan Penjualan 3 Kali Lipat di Asean

Salah satu pemain besar di industri kosmetik Korea, Amorepacific Corp, membidik nilai penjualannya di Asia Tenggara meningkat tiga kali lipat setidaknya hingga 2020.
Yustinus Andri DP | 19 September 2017 19:36 WIB
ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu pemain besar di industri kosmetik Korea, Amorepacific Corp, membidik nilai penjualannya di Asia Tenggara meningkat tiga kali lipat setidaknya hingga 2020. 

Seperti diketahui, perseroan mulai mengalihkan fokus pasarnya dengan mengincar konsumen wanita Muslim di Asia Tenggara. 

Adapun saat ini, pasar Asia Tenggara hanya menghasilkan 150 miliar won (US$133 juta) dari penjualan Amorepacific pada tahun lalu. Jumlah itu memiliki porsi di bawah 3% dari total penjualan perusahaan secara global.

Meskipun demikian, prestasi penjualan Amorepacific di Asia Tenggara tidaklah terlalu buruk. Porsi pasar kosmetik perusahaan tersebut di Asia Tenggara tercatat mengalami kenaikan sepanjang 2011-2016 sebesar 6%.

"Keanekaragaman Asia Tenggara adalah sebuah tantangan. Kawasan ini lebih menantang dibadningkan China dan Korsel sendiri," kata Robin Na, Kepala Operasinal Amorepacific di Asia Tenggara, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (19/9/2017).

Amorepacific mengatakan, dalam mengembangkan pasarnya di Asia Tenggara, pihaknya akan memperkuat citra dari lima mereknya yakni Laneige, Innisfree, Etude House, Sulwhasoo dan Mamonde.

Selain itu, setelah memiliki 250 toko yang dikelola langsung di kawasan ini, perusahaan juga menargetkan untuk membuka 150 toko lain untuk mewujudkan ambisi pendapatanya pada 2020.

Adapun guna mempertahankan penetrasi pasarnya di kawasan ini, perusahaan membuka pusat penelitian di Singapura pada tahun ini. Di sisi lain perusahaan juga telah menginvestasikan 110 miliar won untuk membangun fasilitas produksi di Johor, Malaysia dan dijadwalkan bakal dibuka pada 2020.

Seperti diketahui, Amorepacific mulai mengalihkan fokusnya ke Asia Tenggara menyusul adanya potensi gangguan penjualan perseroan dampak dari ketegangan geopolitik di Semenanjung Korea.

Aksi peluncuran rudal Korut yang ditanggapi oleh Korea Selatan dengan memasang sistem anti-rudal (THAAD) buatan Amerika Serikat membuat Pemerintah China memutuskan menghentikan penjualan paket wisata ke Korea Selatan. Negeri Panda juga membatasi penjualan produk kosmetik asal Negeri Ginseng di negaranya.

Adapun konsumen asal China menyumbang 19% pendapatan perusahaan pada tahun lalu. Konflik geopolitik tersebut juga membuat saham perusahaan turun 21% pada tahun ini.

Dalam keterangan resminya, Amorepacific mengaku akan menciptakan produk baru yang cocok bagi wanita Muslim dan berkulit lebih gelap di negara-negara Asean seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Hal ini menandai pergerseran fokus bisnis dan pasar yang signifikan dari Amorepacific. Pasalnya selama ini perusahaan tersebut cenderung memfokuskan diri menciptakan kosmetik untuk wanita berkulit putih. Tercatat, sekitar 90% pendapatan perusahan selama ini dihasilkan dari pasar Korsel dan China.

Tag : kosmetik, Ekonomi Korsel
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top