Pengembangan Benoa senilai Rp1,7 Triliun Dimulai

Penantian panjang selama 7 tahun Pelindo III (persero) untuk mengembangkan Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali akhirnya terbayarkan pada 18 September 2017.
Ni Putu Eka Wiratmini | 18 September 2017 20:34 WIB
Teluk Benoa Bali - Antara

Kabar24.com, DENPASAR--Penantian panjang selama 7 tahun Pelindo III (persero) untuk mengembangkan Pelabuhan Benoa di Denpasar, Bali akhirnya terbayarkan pada 18 September 2017.

Setelah belasan menanti karena terganjal rekomendasi dari walikota Denpasar terkait masalah Rancangan Induk Pelabuhan (RIP). Pelabuhan yang tahun ini direncanakan didatangi 74 kapal pesiar ini mulai bersolek.

Ditandai dengan penekanan sirine oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Wagub Bali Ketut Sudikerta dan Kadis Koperasi dan UKM Denpasar Made Erwin Suryadarma‎. Suara raungan sirine tersebut menandai sand breaking ceremony atau aktivitas Pelindo III membangun pelabuhan yang akan menelan danaa Rp1,7 triliun untuk investasi infrastruktur terminal dan pengerjaan kolam dermaga serta alur pelayaran di Pelabuhan Benoa.

Pembangunan infrastruktur dan pengerjaan kolam dermaga tersebut ditargetkan rampung pada tahun depan menjelang pelaksanaan IMF dan World Bank Annual Forum di Nusa Dua. Rinciannya, untuk pengerukan kolam pelabuhan dan turning basin senilai Rp1,2 triliun, dan pembangunan fasilitas pelabuhan marina mencapai Rp500 miliar.

‎"Ini perjalanan panjang yang dinantikan selama 7 tahun," tuturnya di Benoa, Senin (18/9/2017).

Luhut mengatakan pembangunan pelabuhan ini dinilai sangat vital karena ditunggu-tunggu sejak lama. Dia mengatakan pembangunan Benoa akan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak serta mendorong industri pariwisata.

Menurutnya, ke depan Indonesia akan mengandalkan pariwisata sehingga infrastruktur pendukung harus disiapkan untuk mengantisipasi perkembangan. Khusus Bali, lanjutnya, pariwisata akan menjadi tulang punggung sehingga masyarakatnya diminta kompak.

Dirut Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Dana Diputra mengungkapkan pembangunan ini sebagai upaya mengantisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali via jalur jalur. Sejak 2010, jumlah wisatawan tercatat hanya 13.683 orang dan meningkat 5% setiap tahun sehingga diperkirakan pada 2018 mencapai 91.325 orang.

Rencananya, beberapa fasilitas akan dibangun seperti dermaga timur dari awalnya 290 meter menjadi 340 meter, perluasan terminal penumpang internasional. Dengan tambahan dermaga semakin panjang, kapasitas Benoa akan mampu menjadi sandaran bagi kapal pesiar berkapasitas hingga 5.000 orang.

Kondisi eksisting Pelabuhan Benoa saat ini memiliki alur minus 8 meter low water spring (LWS) yang bisa mengakomodir kapal pesiar dengan panjang kurang dari 210 meter dengan kapasitas penumpang 1.400 orang. Nantinya‎ setelah sandbreaking, kedalam alur bisa mencapai 12 meter LWS, sehingga kapal sepanjang 300 meter dan berkapasitas 5.000 orang penumpang bisa sandar.

Juga akan dibangun gerbang dengan desain bali, sehingga menjadi icon wilayah, selain itu akan dibangun dermaga marina untuk melayani kapal wisata charter maupun yatch dan sandaran untuk private jet dengan kapasitas sampai 76 kapal. Selain itu, disediakan perkantoran dan parkir area.

"Upaya ini tidak hanya meningkatkan jumlah wisatawan saja, tetapi mendorong Bali agar tidak hanya menerima penumpang saja tetapi juga bermalam dan berbelanja sehingga perekonomian bisa mendapatkan dampak positif," tuturnya.

Pembangunan ini diyakininya akan memberikan dampak positif menggerakan perekonomian daerah. Ke depan kerjasama dengan Denpasar akan semakin ditingkatkan sehingga menjadi nilai tambah. Dijelaskan olehnya tantangan pengembangan Benoa adalah statusnya tidak hanya pelabuhan komersial tetapi juga pariwisata.

Dia juga menekankan pembangunan dermaga tersebut akan menjadikannya sebagai dermaga kapal pesiar terbesar di Indonesia. Dia menyatakan sebelum 12 bulan akan menyelesaikan pembangunan tersebut meskipun diakuinya tantangannya besar.

Namun, Pulau Bali yang menjadi salah satu destinasi wisata kapal pesiar di Indonesia memiliki daya tarik wisata tersendiri bagi wisatawan karena alam dan pantainya. Belum lagi seringnya diadakan konferensi internasional sehingga menambah potensi daerah ini.

"Diperkirakan pertumbuhan wisatawan akan mencapai 28% atau sebesar 119.745 pada 2019, bahkan diprediksi menxapai 6,1 juta pada 2030 sehingga harus diantisipasi," jelasnya.

Tag : benoa
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top