Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BADAI HARVEY : Perusahaan Asuransi Rugi Rp394,5 Triliun

Topan Harvey, yang menerjang Texas dan Louisiana dengan hujan lebat bulan lalu, ditaksir menimbulkan kerugian antara 25 sampai 30 miliar dolar AS (sekitar Rp328,7-394,5 triliun) bagi perusahaan asuransi, menurut perusahaan Jerman Munich Re pada Minggu (10/9/2017) waktu setempat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2017  |  11:31 WIB
BADAI HARVEY : Perusahaan Asuransi Rugi Rp394,5 Triliun
Badai Harvey - Reuters
Bagikan

Kabar24.com, MONACO - Topan Harvey, yang menerjang Texas dan Louisiana dengan hujan lebat bulan lalu, ditaksir menimbulkan kerugian antara 25 sampai 30 miliar dolar AS (sekitar Rp328,7-394,5 triliun) bagi perusahaan asuransi, menurut perusahaan Jerman Munich Re pada Minggu (10/9/2017) waktu setempat.

"Itu perkiraan besar. Biayanya bisa naik sedikit, tapi tidak terlalu jauh," kata Torsten Jeworrek, anggota dewan direksi manajemen Munich Re, di Monaco.

Kerugian atas kerusakan karena Topan Harvey, yang menghantam daratan Texas pada 26 Agustus sebelum kembali ke laut dan kemudian melanda Louisiana, berkisar antara 50 miliar dolar AS (sekitar Rp657,4 triliun) hingga paling besar 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1,314 kuadriliun).

Namun, tidak semua properti diasuransikan atau diasuransikan secara penuh. Selain itu, kebijakan asuransi properti di Amerika Serikat (AS) tidak mengganti kerugian banjir. Banyak pemilik rumah tidak mengambil asuransi banjir yang terpisah dari pemerintah.

Houston dan wilayah sekitarnya mengalami banjir besar yang tidak hanya merusak rumah dan mobil, namun juga jalanan dan jembatan. Sebanyak 42 orang tewas dalam Badai Harvey, demikian AFP.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badai salju

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top