TEROR BARCELONA : Kesaksian Turis Inggris dan Reaksi Donald Trump

Tentara ISIS atau IS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror mobil van di Las Ramblas. Namun, klaim itu belum bisa segera diverifikasi seperti dilansir Reuters, Jumat (18/8/2017).
Nancy Junita | 18 Agustus 2017 10:25 WIB
Petugas forensik dari kepolisian mencari petunjuk di dekat lokasi sebuah van menabrak pejalan kaki di Las Ramblas di Barcelona, Kamis (17/8/2017). - Reuters

Kabar24.com, MADRID – Tentara ISIS atau IS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror mobil van di Las Ramblas. Namun, klaim itu belum bisa segera diverifikasi seperti dilansir Reuters, Jumat (18/8/2017).

Las Ramblas adalah suatu daerah terkenal di Barcelona yang dikunjungi banyak wisatawan. Kawasan itu dipenuhi dengan toko, kedai minuman dan restoran.

Sebelumnya, ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangan penabrakan mobil van ke arah kerumunan orang di kota Barcelona, Spanyol, Kamis (17/8/2017), menurut kantor berita milik kelompok itu, Amaq.

"Para pelaku serangan Barcelona adalah tentara-tentara IS dan (mereka) melaksanakan operasi untuk mengincar negara-negara koalisi," kata kantor berita itu.

Amaq mengacu negara koalisi sebagai persekutuan negara-negara yang dipimpin Amerika Serikat untuk melawan kelompok militan tersebut.

Jika keterlibatan militan ISIS itu terkomfirmasi, maka ini menjadi serangan terbaru dalam rangkaian serangan dalam 13 bulan terakhir. Serangan yang diklaim ISIS itu menggunakan kendaraan untuk melakukan pembantaian di jalanan kota-kota di  Eropa.

Modus operandi ISIS - kasar, mematikan dan sangat sulit dicegah - telah membunuh lebih dari 100 orang di Nice, Berlin, London dan Stockholm.

Turis Inggris

Turis Inggris Keith Welling, yang tiba di Barcelona pada hari Rabu (16/8/2017),  bersama istrinya dan anak perempuannya yang berusia 9 tahun, mengatakan bahwa mereka melihat van tersebut melewati mereka menyusuri jalan raya dan mereka berlindung di sebuah restoran saat kepanikan meletus dan kerumunan orang mulai berlari.

"Orang-orang berteriak dan kami mendengar suara ledakan dan seseorang berteriak bahwa itu adalah tembakan ... Saya dan keluarga saya berlari ke restoran bersama sekitar 40 orang lainnya.

"Awalnya orang gila di sana, banyak orang menangis, termasuk seorang gadis kecil sekitar tiga tahun."

Itu adalah serangan paling mematikan di Spanyol sejak Maret 2004, ketika militan menempatkan bom di kereta komuter di Madrid, menewaskan 191 orang dan melukai lebih dari 1.800 orang.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengumumkan tiga hari berkabung resmi atas apa yang dia sebut sebagai "serangan jihad."

Kerajaan Spanyol mengatakan di Twitter: "Mereka adalah pembunuh, tidak lebih dari penjahat yang tidak akan meneror kita. Semua Spanyol adalah Barcelona. "

Sementara, Presiden AS. Donald Trump mengatakan: "Amerika Serikat mengecam serangan teror di Barcelona, Spanyol, dan akan melakukan apapun yang diperlukan untuk membantu."

Donald Trump menambahkan: "Jadilah tangguh & kuat, kami mencintaimu!"

 

 

Sumber : Reuters

Tag : ISIS
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top