Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

INFO HAJI 2017: Pemerintah Arab Saudi Perketat Pembayaran Dam

Pemerintah Arab Saudi memperketat aturan pembayaran dam (denda) harus melalui tempat resmi (Majazir Al-Masyru), dan bagi penjualan dan penyembelihan hewan dam, kurban, fidyah dan sedekah di luar tempat resmi itu akan dikenai sangsi.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 18 Agustus 2017  |  03:20 WIB
Mekanisme pembayaran dam yang sesuai aturan Pemerintah Saudi dilakukan dengan membeli kupon atau voucher - Istimewa
Mekanisme pembayaran dam yang sesuai aturan Pemerintah Saudi dilakukan dengan membeli kupon atau voucher - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi memperketat aturan pembayaran dam (denda) harus melalui tempat resmi (Majazir Al-Masyru), dan bagi penjualan dan penyembelihan hewan dam, kurban, fidyah dan sedekah di luar tempat resmi itu akan dikenai sanksi.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ahmad Dumyathi Bashori, mengatakan para petugas Daerah Kerja (Daker) Makkah dan Madinah diminta terus mensosialisasikan aturan baru tersebut kepada jamaah calon haji agar tidak menghadapi masalah.

“Selain itu juga menjelaskan mekanisme pembayaran dam yang sesuai aturan Pemerintah Saudi, yang dilakukan dengan membeli kupon atau voucher penyembelihan seharga SAR450,” katanya Kamis (17/8/2017).

Dalam situs resmi Kementerian Agama, dia menjelaskan, kupon penyembelihan hewan dam bisa didapatkan melalui sistem online dengan mengunjungi situs www.adahi.org, Jika tidak secara secara online bisa membelinya di beberapa tempat yang resmi.

Adapun tempat membeli kupon atau voucher penyembelihan dam ialah sejumlah Kantor Pos Arab Saudi, Bank Al-Rajhi, Kantor Cabang Mobily, Perusahaan Layanan Keamanan, Kantor Hadiyah Al-Hajj wa al-Mu’tamir, serta gerai di sekitar Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan wilayah Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina).

Sementara itu Kepala Daker Makkah, Nasrullah Jasam mengatakan mayoritas jemaah haji Indonesia menjalankan Haji Tamattu’ yaitu melaksanakan ibadah umroh terlebih dahulu, baru kemudian melakukan ibadah haji, sehingga diwajibkan membayar dam nusuk,

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jamaah haji kambing
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top