Ini Mengapa Turis Jepang Menyukai Long Stay di Bali

Kebudayaan Bali ternyata tak hanya diminati turis asal Amerika Serikat, Australia, maupun Eropa. Wisatawan asal Jepang pun juga menyukai kesenian Bali.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 | 27 Juni 2017 20:06 WIB
Danau Tamblingan di Kabupaten Buleleng, Bali. - Istimewa

Bisnis.com, BALI - Kebudayaan Bali ternyata tak hanya diminati turis asal Amerika Serikat, Australia, maupun Eropa. Wisatawan asal Jepang pun juga menyukai kesenian Bali.

Gusti Ngurah Agus Adi Putra, pemilik dari Yuliati House, mengatakan saat ini Bali tak hanya didatangi oleh turis asal Amerika, Eropa dan Australia saja, tetapi turis asal Asia seperti China, Jepang dan Korea Selatan juga menyukai Pulau Dewata ini.

Rerata para wisatawan asing yang menginap di homestay ini selama 3 hingga 4 hari dan bahkan ada yang mencapai 10-15 hari

"Apalagi orang-orang Jepang gitu yang sudah pensiun di Jepang, trus long stay di Bali karena mereka hidup cuma dengan uang pensiunan which mean kalau mereka tinggal di negaranya enggak cukup tetapi tinggal di sini bisa mewah," ujarnya kepada Tim Liputan Lebaran Jawa Bali, Senin (26/6/2017) malam.

Wisatawan asing yang ramai berkunjung ke Bali saat peak season yakni bulan Juli hingga Agustus.

"Mereka juga belajar bahasa Indonesia selain berlibur," kata Ngurah.

Tim peliput: Agne Yasa, David Eka Issetiabudi, Feri kristianto, Yanita Petriella

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata

Editor : Gajah Kusumo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top