Jalur Utara Bali, Alternatif Jalan dengan Pesona Keindahan Alam

Pemudik yang akan kembali ke Bali setelah merayakan Lebaran di kampung halaman mereka di Pulau Jawa, tidak ada salahnya mencoba jalur Bali bagian utara.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 | 27 Juni 2017 00:18 WIB
Danau Tamblingan di Kabupaten Buleleng, Bali. - Istimewa

Bisnis.com, DENPASAR — Pemudik yang akan kembali ke Bali setelah merayakan Lebaran di kampung halaman mereka di Pulau Jawa, tidak ada salahnya mencoba jalur Bali bagian utara.

Dibandingkan dengan jalur selatan, Gilimanuk-Denpasar, jalur utara memiliki keuntungan lebih sepi arus lalu lintasnya dan memiliki pemandangan indah. Kendati demikian, jalur utara lebih lama sekitar 1 jam—2 jam jika dibandingkan dengan jalur selatan.

Berdasarkan pengalaman Tim Bisnis Indonesia Liputan Lebaran: Jelajah Jawa Bali 2017, jalur utara bisa melalui pertigaan Pelabuhan Gilimanuk ke arah Buleleng. Pemudik akan melalui Taman Nasional Bali Barat kemudian di pertigaan Seririt belok menuju arah Munduk.

Sepanjang jalur Gilimanuk-Seririt pemudik bisa lebih nyaman dan tenang, karena akses jalan tidak berkelak-kelok seperti di jalur selatan. Pengemudi baru akan bekerja keras ketika memasuki daerah Munduk, karena tanjakan dan berkelak-kelok serta ruas jalan sempit.

Namun, kesulitan itu akan bisa tergantikan dengan keindahan pemandangan Danau Buyan dan Tamblingan. Bahkan, jika ada waktu tidak ada salahnya pemudik istirahat sebentar menikmati pemandangan sekaligus udara sejuk.

Setelah Munduk, pemudik juga bisa sekaligus berwisata di kawasan Bedugul dengan Kebun Raya dan Danau Beratan. Dari Bedugul, Denpasar bisa ditempuh sekitar 1,5 jam. Maka tidak ada salahnya menjajal rute ini sekaligus berlibur sejenak.

Tim Peliput: Agne Yasa, David Eka Issetiabudi, Feri Kristianto, Yanita Petriella.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, mudik lebaran, lebaran

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top