China dan Kanada Sepakat 'Tolak' Spionase Cyber Ekonomi

China dan Kanada menandatangani perjanjian untuk tidak melakukan serangan cyber antar dua negara yang ditujukan untuk mencuri rahasia dagang atau informasi bisnis rahasia lainnya.
Irene Agustine | 26 Juni 2017 18:11 WIB
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA – China dan Kanada menandatangani perjanjian untuk tidak melakukan serangan cyber antar dua negara yang ditujukan untuk mencuri rahasia dagang atau informasi bisnis rahasia lainnya.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pembicaraan resmi antara Penasihat Keamanan dan Intelijen Nasional Kanada Daniel Jean dan salah satu pejabat senior Partai Komunis China Wang Yongqing.

Perjanjian baru tersebut menintikberatkan pada spionase cyber ekonomi, yang mencakup peretasan rahasia dan kepemilikan teknologi, namun tidak berurusan dengan mata-mata cyber yang disponsori pemerintah untuk pengumpulan data intelijen.

"Kedua belah pihak sepakat tidak akan melakukan atau secara sadar mendukung pencurian kekayaan intelektual berbasis cyber, termasuk rahasia dagang atau informasi bisnis rahasia lainnya, dengan maksud untuk memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan atau sektor komersial," kata pemerintah Kanada di pernyataan resmi, dikutip dari Reuters, (26/6/2017).

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita resmi China Xinhua pekan lalu tentang pertemuan tersebut berisi kata-kata yang serupa secara luas mengenai serangan cyber.

Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, telah lama menuduh Beijing mensponsori serangan hacking terhadap perusahaan dalam upaya memperoleh teknologi asing. China membantah tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa pihaknya juga merupakan korban hacking.

Pada tahun 2015, China dan Amerika Serikat akhirnya memiliki pemahaman yang sama mengenai spionase cyber perusahaan, setelah pemerintah Obama mempertimbangkan sanksi yang ditargetkan terhadap individu dan perusahaan China untuk serangan maya terhadap target komersial AS

Eksekutif keamanan cyber AS mengatakan pelanggaran yang dikaitkan dengan kelompok berbasis China telah mengalami penurunan pascaditekennya kesepakatan tersebut.

China bulan ini memberlakukan undang-undang keamanan cyber baru yang dirancang untuk memperkuat infrastruktur penting, kendari beberapa perusahaan teknologi global menilai aturan tersebut menciptakan level playing field melawan perusahaan asing.

Sumber : Reuters

Tag : china
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top