Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polisi Bongkar Gudang yang Diduga Timbun Sembako

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar sebuah gudang di Jalan Sumur Batu Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin, (22/5/2017) karena diduga menjadi tempat penimbunan barang kebutuhan pokok yang dijual dengan cara tidak semestinya atau curang.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 24 Mei 2017  |  05:12 WIB
Polisi Bongkar Gudang yang Diduga Timbun Sembako
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar sebuah gudang di Jalan Sumur Batu Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin, (22/5/2017) karena diduga menjadi tempat penimbunan barang kebutuhan pokok yang dijual dengan cara tidak semestinya atau curang.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Wahyu Hadiningrat menyebutkan pemilik barang yang hingga kini .asih dalam oencarian tersebut dengan sengaja mengganti kemasan beras yang dia jual agar seolah-olah tampak seperti beras dengan kualitas baik dengan harga jual yang lebih tinggi.

"Pelaku membeli beras merek SJ Karang Sinom kemasan 50 kilogram yang berasal dari Indramayu, kemudian beras tersebut diganti kemasannya menjadi merek Bunga Ramos Setra dan Pandan Wangi Cianjur dengan kemasan 5 kilogram yang seolah beras tersebut berasal dari Cianjur," katanya, Selasa (23/5/2017).

Hal yang sama juga dilakukan pada gula. 18 ton gula kristal rafinasi bermerek DSI yang seharusnya dipwruntukkan bagi kepentingan industri, disimpan dalam.gudang untuk kemudian dijual ke konsumen tanoa dapat menunjukkan sertifikat SNI dan dokumen terkait lainnya. Adapula 19 ton gula kristal putih bermerek GMP dan KTM yang disimpan dalam gudang tanpa syarat dokumen yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stok pangan
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top