DPR: Perkuat Data, Jadikan Museum Objek Wisata Andalan

Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah meminta Kemendikbud bersinergi dengan Kementerian Pariwisata guna menjadikan museum sebagai salah satu andalan objek wisata nasional.
John Andhi Oktaveri | 17 Mei 2017 18:19 WIB
Pekerja mengecat dinding gedung Museum Bank Indonesia di kawasan Kota Tua, Jakarta, Selasa (21/3). - Antara/Risky Andrianto

Kabar24.com, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah meminta Kemendikbud bersinergi dengan Kementerian Pariwisata guna menjadikan museum sebagai salah satu andalan objek wisata nasional.

Menurutnya, sinergi itu bisa dilakukan terutama dalam hal penganggaran mengingat permasalahan tersebut sangat menentukan dalam memajukan satu objek wisata.

“Ini harus segera direalisasikan, karena museum juga salah satu destinasi bagi wisatawan dalam dan luar negeri,” ujarnya mengomentari Pertemuan Nasional Museum bertema Museum Sebagai Sumber Belajar dan Pendidikan Karakter Bangsa di Yogyakarta pada 16-19 Mei 2017.

Dia juga memberi catatan kepada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud mengenai data dan informasi lembaga museum bagi masyarakat.

Menurutnya, mencari data lembaga permuseuman di Google dan badan pusat statistik hingga kini agak sulit, padahal informasi itu sangat penting bagi wisatawan. Apalagi terdapat 428 museum berdasarkan data 2016.

“Namun kami belum bisa mengklasifikasikan mana museum yang terawat, setengah terawat dan tidak terawat," ujarnya pada Rabu (17/5/2017).

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana mengatakan pertemuan nasional pengelola museum se-Indonesia membahas berbagai hal di antaranya soal manajemen pengelolaan yang sangat penting untuk mengembangkan museum.

Dia mencontohkan Singapura yang punya sedikit koleksi, tetapi karena narasi dan manajemennya bagus, maka museum berkembang dengan baik sebagaimana juga di Eropa.

“Koleksi yang ada justru kebanyakan dari Timur Tengah dan Indonesia, tetapi ada persoalan manajemen pengelolaan sehingga museum sulit berkembang pesat,” ujarnya.

Putu menggarisbawahi pentingnya masalah packaging dan marketing yang bagus selain sumber daya manusia dan manajemen keamanan yang harus ditingkatkan.

Menurutnya, pertemuan yang diikuti 400 orang dari pengelola dan pemerhati museum ini akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk perbaikan dan pengembangan museum di Indonesia.

“Dengan adanya pertemuan ini para pengelola museum se-Indonesia bisa bersinergi dan lebih komprehensif,” ujarnya.

Tag : museum
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top