Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres Jusuf Kalla: Komputer Jangan Hanya untuk Ngetik & Ngegame

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau aparatur sipil negara (ASN) untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 10 Mei 2017  |  12:56 WIB
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta melakukan aktivitas saat hari pertama kerja di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gedung Balaikota, Jakarta, Senin (11/7).  - Antara
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta melakukan aktivitas saat hari pertama kerja di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gedung Balaikota, Jakarta, Senin (11/7). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau aparatur sipil negara (ASN) untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Wapres Kalla memuji daerah yang telah mengimplementasikan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu contohnya, dengan penerapan smart city atau e-government.

Dengan layanan online, Wapres mengatakan sudah pasti layanan akan lebih cepat, sederhana, dan singkat. Namun, setiap pemerintah daerah memang harus memperbaiki seluruh sistemnya.

“Kalau dahulu, ada mesin ketik, komputer hanya sebagian besar dipakai untuk mengetik atau main game kalau ada waktu. Tapi sekarang ini, harus benar bermanfaat untuk rakyat,” katanya, Rabu (10/5/2017).

Selain itu, dengan menerapkan teknologi, Kalla mengatakan efisensi biaya pada pemerintah daerah maupun kementerian dapat dicapai. Dia mencontohkan akan berkurangnya tenaga arsip, operator dan administrasi bila teknologi tepat guna dilakukan.

Dia mengatakan banyak Kementerian, provinsi dan kota yang memiliki sistem teknologi yang berdiri sendiri, tidak terkoneksi satu sama lainnya.

Oleh karena itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur telah diperintahkan untuk membuat satu sistem nasional yang saling terkoneksi. “Jadi bupati-bupati memiliki sistem IT yang baik, dapat berhubungan dengan kabupaten dan provinsi. Sehingga gubernur dapat menilai dan mengafirmasi apa yang telah dilaporkan,” jelasnya.

Tugas ASN sendiri meliputi tiga aspek. Pertama melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Negara, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla ASN
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top