Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEMO 505: Ini Situasi di Masjid Istiqlal

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menghimbau agar peserta aksi simpati pada 5 Mei 2017 atau "55", dapat menjaga ketertiban, kebersihan dan kedamaian, GNPF-MUI menghimbau peserta aksi agar menjaga kebersihan, ketertiban dan kedamaian selama kegiatan sehingga berlangsung secara simpatik dan tidak mengganggu publik, kata Wakil Ketua GNPF-MUI Zaitun Rasmin, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/5/2017).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Mei 2017  |  12:59 WIB
Barikade kawat duri - Antara
Barikade kawat duri - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menghimbau agar peserta aksi simpati pada 5 Mei 2017 atau "55", dapat menjaga ketertiban, kebersihan dan kedamaian, GNPF-MUI menghimbau peserta aksi agar menjaga kebersihan, ketertiban dan kedamaian selama kegiatan sehingga berlangsung secara simpatik dan tidak mengganggu publik, kata Wakil Ketua GNPF-MUI Zaitun Rasmin, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/5/2017).

Zaitun juga meminta peserta "55" tidak tercerai-berai dan satu komando dalam kegiatan tersebut. Aksi tersebut akan dipimpin Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir usai shalat Jumat.

Sebelum memimpin aksinya, Bachtiar akan memberi ceramah keagamaan terlebih dahulu.

Zaitun mengatakan Aksi Simpatik "55" tidak berupaya menekan peradilan dalam kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama. Kegiatan ditekankan kepada doa bersama agar Allah memberi petunjuk kepada umat Islam.

"Jamaah agar tetap menggantungkan diri kepada Allah semata," kata dia.

Zaitun menambahkan, pihaknya bersyukur aksi simpatik "55" mendapatkan izin dari pihak berwenang hingga dapat dilaksanakan.

"Kita syukuri mendapat dukungan pihak keamanan," kata Zaitun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top