Malaysia Pesan 23 Kereta Listrik China, Bagaimana Nasib Proyek di Indonesia?

Malaysia Pesan 23 Kereta Listrik China, Bagaimana Nasib Proyek di Indonesia?
Akhirul Anwar | 22 April 2017 18:06 WIB
Petugas kepolisian menjaga lokasi 'groundbreaking' pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1). Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 km tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian, khususnya daerah Jakarta dan Bandung ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Kabar24.com, ZHUZHOU – Pemerintah Malaysia memesan sejumlah alat transportasi massal kereta listrik kepada China Railwary Rolling Stock Corporation (CRRC) Zhuzhou Electric Locomotive Co., Ltd. (ZELC).

Pesanan berupa dua tipe kereta meter-gauge Electric Multiple Unit (EMU) meliputi 9 rangkaian kereta Diesel Electric Multiple (DEMU) yakni kereta yang digerakkan oleh diesel dan super-capacitor dan 13 rangkaian Electric Multiple Unit (EMU).

Penandanganan kerjasama oleh kedua belah pihak diwakili masing-masing Wakil Sekretaris Pemerintah Provinsi Hunan Xu Dazhe dan Menteri Perhubungan Malaysia Liow Tiong Lai pada 11 April 2017 lalu.  

Kerjasama ini merupakan kedua kalinya bagi China dan Malaysia. Pada 2014 pernah terjalin kerjasama yang baik dalam menyediakan transportasi massal EMU untuk melayani jalur Kuala Lumpur-Padang besar. Kereta tersebut mampu berlari hingga kecepatan maksimum 160 km/jam.

Dikutip dari siaran pers CRRC ZELC, untuk pesanan kedua ini akan dikirim pada akhir 2018 yang secara khusus didesain sesuai kebutuhan di negara Malaysia. Rangkaian kereta terdiri empat gerbong dengan kapasitas 500 penumpang.  

Kereta desain ZELC ini memiliki teknologi energi dari hasil pengereman. Sebanyak 85% energi pengereman akan disimpan pada super-capacitor yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas selanjutnya.

Chairman and Secretary CRRC ZELC Zhou Qinghe dalam keterangannya mengatakan Malaysia termasuk dalam rencana area “Belt and Road Initiative” yakni rencana  menghubungkan jalur kereta kawasan negara Asean sampai China.

Saat ini kerjasama perusahaan dengan negara Asean terjalin dengan Malaysia dan Singapura. Ia berharap pengembangan teknologi kereta listrik di China menjadi solusi transportasi massal Asean-China.

“Kami berharap kerjasama lebih banyak dengan negara 10 kawasan Asean, seperti halnya kami sangat menikmati kerjasama dengan Malaysia, Malaysia butuh transportasi kereta modern,” ujarnya.

Sementara itu, rombongan China-ASEAN Media Journey on The 21st Century Maritime Silk Road 2017 berkesempatan melihat dari dekat pabrik CRRC ZELC. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari CRRC Corporation Limited.

Petinggi CRRC Zhang Liqiang ketika menerima rombongan jurnalis mengatakan ZELC memproduksi sejumlah kereta meliputi lokomotif listrik, EMU, kereta Maglev, super-capacitor trams/trolley busses, suku cadang, dan lainnya.

Total aset perusahaan saat ini mencapai RMB 26 miliar dan memiliki 28 kantor cabang di seluruh dunia dengan 10.000 pekerja. Pada tahun 2015 berhasil mencatatkan pendapatan RMB 26 miliar dan laba sebelum pajak RMB 3,15 miliar.

Sejak berdiri pada tahun 1958, ZELC telah mengembangkan 51 tipe lokomotif listrik dan secara keseluruhan telah memproduksi 8.100 unit lokomotif yang sebagian besar atau 60% untuk memenuhi pasar dalam negeri.

Sejak pertama kali ekspor pada 1997 sudah 30 pesanan aneka tipe rangkaian kereta yang dirikim ke sejumlah negara diantaranya Iran, Uzbekistan, Kazakhstan, Singapura, Turki,India, Malaysia, Afrika Selatan, Ethiopia, Macedonia dan Serbia.  

Ketika ditanya soal proyek kereta cepat jalurJakarta-Bandung hasil kerjasama antara pemerintah China dan Indonesia, Zhang Liqiang mengatakan CRRC berperan serta dalam menyediakan rolling stock tersebut.

“Untuk proyek kereta ini [Jakarta-Bandung] masih konstruksi, kami perlu menyelesaikan jalur kereta lebih dulu. Kami berharap bisa menyediakan kereta setelah jalur selesai,” ujarnya.

Tag : Kereta Cepat
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top