Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Presiden Tebar 1.190 KIP untuk Siswa Yatim Piatu di Yogyakarta

Presiden Jokowi menebar 1.190 kartu Indonesia Pintar kepada siswa yatim piatu di tiga kabupaten dan satu kota di Yogyakarta
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 05 Februari 2017  |  19:20 WIB
Presiden Tebar 1.190 KIP untuk Siswa Yatim Piatu di Yogyakarta
Siswa memerlihatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dalam acara penyerahan KIP siswa bertempat di SMK Negeri 2 Pengasih, Margosari, Kulonprogo, DI Yogyakarta, Jumat (27/01/2017). - JIBI/Desi Suryanto

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menyebar 1.190 Kartu Indonesia Pintar kepada siswa yatim piatu di tiga kabupaten dan satu kota di propinsi Yogyakarta.

Pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) itu dalam rangka pemerataan akses pelayanan pendidikan bagi seluruh pelajar di Tanah Air. Presiden mendistribusikan secara langsung KIP sebanyak 1.190 kepada siswa yatim piatu dari Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Sleman.

Besaran bantuan yang diberikan yakni Rp450.000 untuk siswa SD, Rp750.000 untuk siswa SMP, dan Rp1 juta untuk siswa SMA. Bantuan tersebut baru dapat diambil pada Juni-Juli 2017.

"Gunakan uang yang ada di kartu ini untuk keperluan sekolah. Jangan sampai memakai uang di kartu ini untuk membeli pulsa. Hati-hati, kalau ketahuan dicabut kartunya,"  kata Presiden dalam laman resmi Sekretariat Negara, Sabtu (4/2/2017).

Presiden Joko Widodo menyampaikan pemerintah berusaha keras mengurangi angka putus sekolah yang terjadi di kalangan pelajar Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memberikan bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu.
"Kita ingin anak-anak ini semuanya jangan sampai ada yang tidak sekolah," ujar presiden.

Kepala Negara pun mengingatkan bahwa dalam era persaingan global seperti sekarang ini, kualitas sumber daya manusia Indonesia harus terus ditingkatkan. Bahkan, menurut data yang diterima, saat ini sebesar 42,5% tenaga kerja Indonesia adalah lulusan SD, sedangkan 66% lulusan SD-SMP, dan 82% lulusan SD-SMP-SMA-SMK.

Dengan memberikan bantuan KIP, pemerintah berharap semua anak dapat memiliki akses pendidikan yang sama sehingga kualitas dari tenaga kerja akan meningkat.
"Agar semua anak bisa akses ke pendidikan, terlayani oleh pendidikan kita. Saya kira ke sana, baru beberapa sekolah diarahkan untuk sisi perbaikan kualitas. Jadi ada yang diurusi kualitasnya tetapi juga urusan anak harus, sekolah itu harus," kata presiden.

Untuk sekolah kejuruan, presiden ingin siswa lebih banyak lagi belajar praktik di lapangan.
"Gurunya juga harus guru yang produktif, artinya guru yang bisa melatih. Misal, pemasaran, melatih yang berkaitan dengan IT komputer, berkaitan dengan assembling otomotif, berkaitan dengan pelatihan bangunan dan elektronika," tutur presiden.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Kartu Indonesia Pintar Presiden Joko Widodo
Editor : Mia Chitra Dinisari

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top