Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BIMA BANJIR BANDANG: Kemensos Siapkan Bantuan Jaminan Bantuan Hidup Korban

Kementerian Sosial menyiapkan jaminan hidup maksimal sebesar Rp900.0000 bagi korban bencana banjir Bima yang rumahnya rusak berat.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 26 Desember 2016  |  21:45 WIB
BIMA BANJIR BANDANG: Kemensos Siapkan Bantuan Jaminan Bantuan Hidup Korban
Ketika banjir mulai surut, tim Basarnas melakukan evakuasi korban di Bima, NTB, Rabu (21/12/2016). - Basarnas NTB
Bagikan

Kabar24.com, MATARAM - Kementerian Sosial menyiapkan jaminan hidup maksimal sebesar Rp900.0000 bagi korban bencana banjir Bima yang rumahnya rusak berat.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat dalam keterangan resminya mengatakan bantuan itu diberikan setelah masa transisi darurat menyesuaikan data assesment dari tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPera).

"Jaminan hidup maksimal 3 bulan sebesar Rp900.000, dan isi huniannya maksimal Rp3 juta," ujar Harry Hikmat, Senin (26/12/2016).

Harry menerangkan Kementerian Sosial mempunyai tugas mengkoordinasikan penanganan pengungsi, perlindungan sosial, dan layanan psikososial.

Untuk penanganan awal, kata dia, Kemensos telah mengirimkan bantuan logistik sesaat setelah bencana berupa 1 tenda serbaguna, 10 tenda keluarga, 200 tenda gulung, 960 selimut, 480 matras, 480 paket lauk pauk, 32 foodware, 98 kidsware, dan 34 family kit dengan nilai bantuan sekitar Rp980 juta.

Selain itu, untuk menjamin kebutuhan pokok masyarakat yg terdampak telah dicairkan beras bantuan bencana dari Cadangan Beras  Pemerintah (CBP) sebanyak 100 ton dan jika dibutuhkan akan ditambahkan CBP dari alokasi propinsi dan Kementerian Sosial.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungannya ke Bima bersama Gubernur NTB,Muhammad Zainul Majdi meninjau secara langsung upaya penanganan korban bencana banjir.

Mensos juga meninjau Gudang Bulog dan memastikan ketersediaan beras untuk 6 bulan ke depan mencukup meski gudang Bulog di Kota Bima terendam banjir. "Ketersediaan beras dari Dompu dan Sumbawa sangat cukup," imbuhnya.

Mensos juga langsung menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Dinsos, BPBD, TNI, Polda, Bulog, dinas terkait, dan organisasi nonpemerintah.

Menurut Harry, salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah perlunya percepatan pembersihan lokasi yang terkena banjir, juga distribusi makanan dari dapur umum lapangan harus dilakukan secara cepat.

"Baik bagi korban yang masih tinggal di pengungsian maupun yang sudah kembali ke rumah masing-masing, mengingat mereka belum bisa melakukan aktivitas secara normal, karena rumahnya masih dibersihkan dari lumpur," Harry menjelaskan.

Bencana banjir bandang yang melanda Kota Bima dan sekitarnya membuat sekitar 120.000 warga terdampak dan sebanyak 85.000 di antaranya mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bima Banjir Bandang
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top