Ternyata, Selama Ini MH370 Dicari di Posisi yang Salah

Satu panel para pakar telah merekomendasikan perluasan area pencarian pesawat hilang Malaysia Airlines MH370 setelah muncul kesimpulan bahwa pesawat Boeing 777 yang raib itu ternyata dicari di zona pencarian yang salah.
Newswire | 20 Desember 2016 10:40 WIB
ATSB menyatakan tanggung jawab atas keberlanjutan pencarian ada pada Malaysia. - Antara/Daily Mail

Kabar24.com, JAKARTA - Satu panel para pakar telah merekomendasikan perluasan area pencarian pesawat hilang Malaysia Airlines MH370 setelah muncul kesimpulan bahwa pesawat Boeing 777 yang raib itu ternyata dicari di zona pencarian yang salah.

Kajian pakar yang dirilis Badan Keselamatan Transportasi Australia ATSB merekomendasikan pencarian diperluas sampai area 25.000 km persegi di Samudera Hindia Selatan sampai ke sebelah utara dari area pencarian selama ini.

"Berdasarkan analisis terkini, penyelesaian area ini akan memupus semua wilayah prospektif mengenai keberadaan MH370," simpul para pakar dalam laporan itu.

Kesimpulan itu dicapai setelah menganalisis kembali dua transmisi terakhir dari satelit mengenai posisi paling mungkin dari sayap pesawat di lokasi tumbukan dan berdasarkan hasil simulasi terbaru mengenai akhir penerbangan MH370.

Para pakar dari Boeing, CSIRO, Badan Keselamatan Transportasi Amerika NTSB, Biro Penyelidik Kecelakaan Udara Inggris AAIB, Defence Science and Technology Group, Inmarsat dan pemerintah Malaysia ambil bagian dalam pengkajian kembali yang berlangsung selama tiga hari November silam.

Mereka semua sepakat bahwa semua bukti menunjukkan ternyata penerbangan Malaysia Airlines  jauh terbang ke arah utara samudera dari zona pencarian pesawat selama ini, setelah pesawat kehabisan bahan bakar.

"Para pakar juga sepakat bahwa pemodelan arah hanyut puing-puing pesawat oleh CSIRO menyajikan bukti kuat bahwa pesawat itu paling mungkin terjejak di sebelah utara dari area pencarian bawah laut selama ini dilakukan," kata ATSB.

"Ketika digabungkan dengan pemodelan jalur terbang terkini, para pakar menyimpulkan bahwa sebuah area bukan daerah pencarian antara lintang 33 derajat dan 36 derajat sepanjang lengkung seluas 25.000 km persegi, memiliki probabilitas paling tinggi mengandung puing pesawat."

Pencarian bawah laut yang rumit dan kadang berbahaya di Samudera Hindia Selatan telah dimulai pada Oktober 2014 menyusul berbulan-burun perencanaan dan pemetaaan lantai samudera.

Dasar dari lantai Samudera Hindia Selatan telah disisir dalam pencarian MH370, sampai sekecil-kecilnya.

Setelah lewat berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun, harapan untuk menemukan Boeing 777 di zona seluas 120.000 km persegi pun memudar.

Namun kemudian muncul analisis pakar terbaru dari pemodelan komputer yang menunjukkan situs jatuhnya pesawat ternyata ada di sebelah utara zona pencarian.

Tiga negara yang mengawasi pencarian --Australia, Malaysia dan China-- mengumumkan Juli silam bahwa operasi pencarian telah ditangguhkan karena ketiadaan bukti baru yang kredibel mengenai tempat peristirahatan terakhir pesawat Malaysia itu.

Sudah sekitar US$200 juta dikeluarkan untuk mencari pesawat yang US$90 juta di antaranya berasal dari para pembayar pajak Australia.

ATSB menyatakan tanggung jawab atas keberlanjutan pencarian ada pada Malaysia. "Berdasarkan protokol internasional untuk skenario penemuan pesawat semacam ini, Malaysia akan terus mengambil peran sentral dalam penentuan arah aksi pencarian MH370 berikutnya," kata ATSB.

Penerbangan rute Kuala Lumpur-Beijing itu hilang kurang dari satu jam dari tujuan akhirnya pada 8 Maret 2014. Pesawat ini mengangkut 239 orang, terdiri dari awak dan penumpang, demikian laman Sydney Morning Herald.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
MH370 Ditemukan

Sumber : Antara
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top