Jambore Masyarakat Gambut Resmi Dibuka

Jambore Masyarakat Gambut (JMG) yang pertama resmi dibuka pada hari ini di GOR Kota Baru Jambi, Sabtu (5/11/2016).
Nancy Junita | 05 November 2016 16:19 WIB
Peresmian pembukaan Jambore Masyarakat Gambut ditandai dengan pemukulan kompangan bersama oleh Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, Wakil Gubernur Jambi Fahrori Umar, Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono , Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Suprayoga Hadi, di GOR Kota Baru Jambi, Sabtu (5/11/2016). - Bisnis.com/Nancy Junita

Kabar24.com, JAMBI – Jambore Masyarakat Gambut (JMG) yang pertama resmi dibuka pada hari ini di GOR Kota Baru Jambi, Sabtu (5/11/2016).

Pembukaan JMG dilakukan oleh Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, Wakil Gubernur Jambi Fahrori Umar, Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Hendroyono , Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa  PDT dan Transmigrasi Suprayoga Hadi.

Peresmian acara ditandai dengan pemukulan kompangan secara bersama. JMG berlangsung dari 5 November hingga 7 November. Jambore dihadiri oleh kelompok tani yang mengelola lahan gambut di berbagai daerah di Indonesia.

JMG pertama ini bertema: “Pulihkan Gambut, Pulihkan Kemanusiaan.” 

Pada jambore ini, peserta akan mengetahui dan mendapatkan pengetahuan, serta keterampilan bagaimana mengelola lahan gambut tanpa asap, serta berbasis pada kearifan lokal.

Berbagai agenda kegiatan pun digelar selama JMG berlangsung, di antaranya seminar, pondok belajar gambut, dialog dan pentas inovasi rakyat restorasi gambut berbasis desa, pertunjukan seni budaya, dan pameran hasil produksi usaha kecil dan menegah.

Tak ketinggalan, di acara ini diperlihatkan berbagai produk atau hasil dari olahan gambut, seperti kopi liberika, bibit tanaman yang potensial dibudidayakan di lahan gambut.

Saat peresmian pameran, Fahrori mengharapkan JMG dapat menyatukan persepsi, komitmen, dan upaya untuk mengatasi kerusakan gambut secara bersama-sama.

“Selama dua dekade terakhir telah terjadi percepatan laju konversi lahan gambut untuk perluasan berbagai aktivitas kehidupan masyarakat terutama terkait ekonomi,” ujar Fahrori.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gambut

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup