Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasukan Pemerintah dan Pemberontak Suriah Bertempur, 41 Tewas

Pasukan pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak terlibat pertempuran sengit di wilayah barat Kota Aleppo yang menyebabkan sedikitnya 41 orang tewas dalam tiga hari terakhir.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 31 Oktober 2016  |  13:28 WIB
Asap hitam dari ban yang dibakar para pemberontah menyelimuti wilayah Aleppo untuk menghindari serangan udara (1/8/2016). - Reuters/Abdalrhman Ismail
Asap hitam dari ban yang dibakar para pemberontah menyelimuti wilayah Aleppo untuk menghindari serangan udara (1/8/2016). - Reuters/Abdalrhman Ismail

Kabar24.com, JAKARTA - Pasukan pemerintah Suriah dan kelompok pemberontak terlibat pertempuran sengit di wilayah barat Kota Aleppo yang menyebabkan sedikitnya 41 orang tewas dalam tiga hari terakhir.

Lembaga pemantau perang berbasis di Inggris, The Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), menyatakan bahwa korban tewas termasuk di antaranya  17 anak-anak. Ratusan mortir ditembakkan dalam pertempuran itu sebagaimana dilaporkan Aljazeera.com, Senin (31/10/2016).

Para pemberontak, yang sebelumnya sempat dikepung, menembakkan roket selain menggunakan bom mobil dan mortar untuk menerobos paerahanan pasukan pemerintah.

Media pemerintah Suriah menuding pemberontak telah menembakkan senjata beracun ke kawasan yang dikuasai pemerintah. Namun kelompok pemberontak membantah tudingan serangan itu. 

Sangat tidak mungkin bagi  Al Jazeera untuk mengonfirmasi secara independen klaim tersebut.

Kantor berita pemerintah, SANA, melaporkan 35 orang mengalami sesak nafas dan memar di tubuh setelah gas beracun ditembakkan ke wilayah Dahiyet al-Assad dan Hamdaniyeh.

Utusan PBB untuk Suriah,  Staffan de Mistura, menyatakan dirinya kaget akibat banyaknya roket yang ditembakkan ke wilayah sipil yang dikuasai oleh pemerintah di Aleppo.

Kepala Aleppo University Hospital, Ibrahim Hadid, mengatakan di televisi pemerintah bahwa sebanyak 36 orang termasuk warga sipil dan kombatan, mengalami luka-luka setelah mengirup gas beracun jenis klorin yang ditembakkan para teroris.

Sementara itu, kepala urusan politik kelompok pemberontak yang berbasis di Aleppo, Fastaqim, membantah laporan itu.

"Ini sebuah kebohongan," ujar Zakaria Malahifjim dari Fastaqim.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suriah
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top