DEMOGRAFI INDONESIA: Tahun 2020 Hingga 2030, Usai Produktif Bakal Mendominasi

Merefleksikan inspirasi dan semangat Sumpah Pemuda 88 tahun silam yang baru diperingati kemarin, CISDI menggelar diskusi publik terkait peran pemuda di era pembangunan berkelanjutan
DEMOGRAFI INDONESIA: Tahun 2020 Hingga 2030, Usai Produktif Bakal Mendominasi
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 30 Oktober 2016  |  08:13 WIB
DEMOGRAFI INDONESIA: Tahun 2020 Hingga 2030, Usai Produktif Bakal Mendominasi
Tahun 2020-20130, usia produktif bakal mendominasi demografi Indonesia. - .Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Merefleksikan inspirasi dan semangat Sumpah Pemuda 88 tahun silam yang baru diperingati kemarin, CISDI menggelar diskusi publik terkait peran pemuda di era pembangunan berkelanjutan.

Diskusi publik ini menekankan bahwa peran pemuda semakin signifikan dalam menggerakkan kolaborasi dan memimpin perubahan di Tanah Air.

Diskusi publik ini menghadirkan beberapa nara sumber antara lain Diah Saminarsih, Pendiri CISDI dan Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs, Kementerian Kesehatan RI; Yanuar Nugroho, Deputi Kepala Staf Kepresidenan RI Bidang Kajian dan Pengelolaan Progam Prioritas; Lenny Rosalin, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI; Aris Sujoko, Ketua Pencerah Nusantara angkatan 4; Gita Syahrani, aktivis pemuda di bidang lingkungan; dan Alles Saragi, Direktur Operasional Sahabat Anak.

Dalam pembukaan diskusi, Diah Saminarsih mengatakan sejak sebelum kemerdekaan, pemuda selalu menjadi elemen bangsa terdepan yang kokoh dalam mengatasi persoalan bersama.

"Kelompok ini memiliki idealisme tinggi yang mendorong semua pihak untuk berkolaborasi untuk melakukan perubahan. Hingga saat ini, pemuda Indonesia tetap menjadi elemen penting yang akan menentukan arah pembangunan bangsa ke depan. Saya percaya dan yakin bahwa jika pemuda bersatu dan saling memberdayakan, maka Indonesia dapat mewujudkan cita-citanya mencapai kesejahteraan bersama dalam era pembangunan berkelanjutan ini," ujarnya.

Terkait dengan jumlah, Badan Pusat Statistik (BPS) 2015 mencatat terdapat 61,83 juta jiwa atau sekitar 24,53% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 252,04 juta jiwa.

Lebih lanjut lagi, BKKBN memperkirakan bahwa Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada 2020 hingga 2030, yang berarti keadaan yang dapat dinikmati oleh suatu negara akibat jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar (70% dari total penduduk atau sekitar 180 juta penduduk), dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan di atas usia 65 tahun) yang hanya berjumlah sekitar 60 juta jiwa.

Dengan kata lain, setiap 10 orang berusia produktif akan menanggung sekitar 3-4 orang berusia tidak produktif.

Menanggapi hal ini Lenny Rosalin menegaskan, “Indonesia harus dapat memanfaatkan momentum bonus demografi sebaik-baiknya. Kami telah melihat langsung potensi pemuda Indonesia dan membantu fasilitasi berbagai inisiatif kepemudaan di berbagai daerah. Hasilnya sungguh luar biasa, karena para pemuda ternyata memiliki ide yang jauh lebih kreatif yang dipadu dengan semangat perubahan, sehingga muncullah inovasi lokal yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat di tempat mereka tinggal. Ini menjadi bukti bahwa jika tumbuh kembang anak dipenuhi dengan baik sejak kecil, maka mereka akan menjadi generasi yang cerdas dan berdaya guna bagi bangsanya. Upaya ini akan terus kami lakukan, sehingga generasi ini benar-benar membawa manfaat maksimal bagi negara kita di masa saat ini dan yang akan datang.”

Terkait inisiatif para pemuda di era berkelanjutan ini, Aris Sujoko, Ketua Pencerah Nusantara Angkatan 4 menuturkan, ”Melalui Pencerah Nusantara, kami dapat berkontribusi secara nyata terhadap pembangunan di bidang kesehatan masyarakat. Program ini telah membekali kami dengan keterampilan dan pengetahuan yang menjadi modal kami menggali potensi diri untuk memicu aksi, yang kami harapkan dapat memiliki dampak terukur pada masyarakat setempat."

Selama pengalaman 6 bulan di 9 lokasi penempatan berbeda di Indonesia, lanjutnya, seluruh teman-teman Pencerah Nusantara sangat merasakan bahwa pemuda memiliki peran yang besar untuk menjadi salah satu pemberi solusi inovatif dan penjalin upaya kolaboratif untuk menghadapi berbagai permasalahan di masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demografi

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top