Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumsel Rawan Investasi Bodong

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki mengatakan, daerahnya rawan akan investasi "bodong" atau ilegal dan bila itu terjadi bisa merugikan masyarakat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Oktober 2016  |  16:43 WIB

Kabar24.com, PALEMBANG--Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki mengatakan, daerahnya rawan akan investasi "bodong" atau ilegal dan bila itu terjadi bisa merugikan masyarakat.

Apalagi potensi Sumsel cukup menjanjikan sehingga invetasi yang tidak memenuhi syarat itu bisa saja berkembang, kata Wagub usai meresmikan tim kerja satuan tugas waspada investasi di Palembang, Jumat.

Dia mengatakan, perusahaan yang ilgeal itu bisa saja berbentuk koperasi, perbankan dan lainnya saat menawarkan jasanya dengan janji cukup menggiurkan.

Begitu juga lokasi bisa berada di pedesaan atau perkotaan karena mereka selalu mencari celah, kata Wagub.

Selain itu juga sektor usaha yang ditawarkan bisa berupa tabungan dengan bunga besar, simpan pinjam termasuk dibidang perkebunan.

Yang jelas, kehati-hatian sangat diutamakan supaya masyarakat tidak tertipu akan adanya investasi itu, ujar dia.

Jadi bila kurang masuk akal jangan sampai ikut bergabung karena itu akan merugikan, katanya.

Dia mengatakan, memang sekarang ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengantisipasi akan terjadinya investasi yang bisa merugikan masyarakat tersebut.

Hal ini karena telah dibentuk tim kerja satuan tugas waspada investasi untuk mengawasi dan menindaklanjuti bila ada laporan kerugian masyarakat.

Kepala OJK Sumsel Panca Hadi Suryatno mengatakan, memang sekarang sudah ada laporan kerugian masyarakat akan investasi ilegal itu.

Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah bahkan miliaran rupiah, dan pihaknya sudah menindaklanjuti sekaligus melaporkan ke pusat, tambah dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel investasi bodong

Sumber : Antara

Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top