Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

13 Mesin Produksi Jamu Ilegal yang Jadi Barang Bukti Hilang, Kapolri Bilang Cari

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan telah memerintahkan Polda Banten untuk menyelidiki kasus hilangnya barang bukti 13 mesin produksi jamu ilegal di Tangerang.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 27 Oktober 2016  |  20:51 WIB
Jenderal Pol Tito Karnavian - Antara
Jenderal Pol Tito Karnavian - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan telah memerintahkan Polda Banten untuk menyelidiki kasus hilangnya barang bukti 13 mesin produksi jamu ilegal di Tangerang.

Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat laporan soal barang bukti yang hilang dari pabrik jamu ilegal di Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

"Saya sudah tahu soal laporan barang bukti hilang berupa 13 unit mesin produksi jamu di Pasar Kemis. Itu ditangani Polda Banten. Saya minta diusut," kata Tito Karnavian, Kamis (27/10/2016).

Sebelumnya penyidik BPOM Banten Shinta menyatakan saat pihaknya mengunjungi lokasi pabrik jamu ilegal, posisi seluruh barang bukti sudah berubah bahkan ada yang hilang.

Menurut Shinta, saat penggerebekan pada Selasa (9/8), pihaknya tidak langsung menyita seluruh barang bukti dari lokasi, tetapi hanya menyegel pabrik yang merangkap gudang tersebut.

"Saat penggerebekan, kami hanya membawa sejumlah hasil produksi sebagai barang bukti. Alasannya karena masih proses penyelidikan dan keterbatasan alat bantu iuntuk membawa seluruhnya," kata dia.

Shinta mengatakan sejak penggerebakan hingga September, lokasi tersebut selalu diawasi. Namun pada Oktober, pihaknya luput mengawasi lokasi tersebut.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tito Karnavian

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top