Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polisi Tangkap Penyebar Berita Bohong Arahan Kapolri

Pelaku penyebar berita bohong soal Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian telah ditangkap oleh penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Oktober 2016  |  14:33 WIB
Jenderal Pol Tito Karnavian - Antara
Jenderal Pol Tito Karnavian - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Pelaku penyebar berita bohong soal Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian telah ditangkap oleh penyidik Subdit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.

"Pelakunya sudah kami tangkap, sekarang masih diperiksa," kata Kasubdit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol Himawan Bayu Aji, di Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Menurutnya, pelaku adalah penyebar berita bohong yang menyebut Kapolri Tito memerintahkan Kabareskrim untuk menangkap mantan Ketua MPR Amien Rais.

Penyidik masih menyelidiki motif pelaku yang menyebarkan berita bohong tersebut.

Kendati demikian, pihaknya enggan mengungkap identitas pelaku kepada awak media.

"Kami lihat dulu hasil identifikasinya, nanti koordinasikan dengan Direktur (Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim)," katanya.

Pada Minggu (16/10/2016), beredar kabar bohong mengenai arahan Kapolri terkait dengan Pilgub 2017.

Kabar tersebut muncul beserta slide show berjudul "Arahan Kapolri" yang terdiri dari 14 poin terkait dengan Pilgub DKI 2017.

Berita bohong itu juga membingkaikan wacana Kapolri memerintahkan Kabareskrim Komjen Ari Dono untuk memeriksa mantan Ketua MPR Amien Rais yang ikut dalam aksi unjuk rasa menentang Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan, bahwa berita yang berisi 14 poin arahan Kapolri tentang Pilgub DKI, tidak benar.

"Semuanya enggak benar. Sumber juga enggak jelas. Mungkin pelaku sengaja ingin menyudutkan. Mungkin. Saya minta masyarakat untuk tidak percaya karena itu berasal dari medsos (media sosial)," kata Jenderal Tito.

Senada dengan Kapolri, Komjen Ari Dono juga mengatakan, bahwa seluruh jajaran Polri tidak mendapat arahan seperti yang dikabarkan.

"Saya dapat pastikan bahwa tidak ada arahan dari Kapolri seperti yang dikabarkan itu. Seluruh jajaran dan pejabat utama Mabes Polri juga jadi saksi bahwa saat pengarahan, tidak ada slide show yang mengarahkan seperti itu," tegas Ari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapolri Pilkada DKI 2017

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top