Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES AMERIKA: Presiden Iran Muak dengan Clinton & Trump

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada Minggu (23/10/2016), bahwa dia tidak menjagokan Hillary Clinton maupun Donald Trump dalam pemilu presiden Amerika Serikat (AS) karena sama saja dengan memilih antara kandidat yang "buruk dan lebih buruk".
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Oktober 2016  |  13:36 WIB
Donald Trump berdiri tepat di belakang Hillary Clinton saat Hilllary menjawab pertanyaan audiens debat kedua calon presiden AS di St Louis. Trump terlihat membuntuti ke mana Hillary melangkah dan kerap dengan muka mengejek Hillary.  - Reuters
Donald Trump berdiri tepat di belakang Hillary Clinton saat Hilllary menjawab pertanyaan audiens debat kedua calon presiden AS di St Louis. Trump terlihat membuntuti ke mana Hillary melangkah dan kerap dengan muka mengejek Hillary. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pada Minggu (23/10/2016), bahwa dia tidak menjagokan Hillary Clinton maupun Donald Trump dalam pemilu presiden Amerika Serikat (AS) karena sama saja dengan memilih antara kandidat yang "buruk dan lebih buruk".

"Di PBB, pemimpin sebuah negara bertanya kepada saya, kandidat mana yang saya jagokan. Saya menjawab: 'Saya memilih yang buruk ketimbang yang lebih buruk, atau yang lebih buruk ketimbang yang buruk?'" ujar Rouhani dalam pidato di daerah Arak, Iran tengah, seperti dilansir AFP.

Pemimpin Iran tersebut mengatakan, dia muak dengan cara kedua kandidat yang saling menuduh dan menghina.

"Apa kita menginginkan demokrasi semacam ini di negara kita? Pemilu semacam ini?” ujar Rouhani.

Rouhani menyebut, tidak ada moralitas di AS dan menuding negara tersebut berpura-pura menerapkan demokrasi selama 200 tahun.

Rouhani melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki hubungan dengan negara-negara Barat, termasuk menandatangani kesepakatan nuklir pada tahun lalu dengan negara-negara adidaya.

Kesepakatan tersebut berujung dengan pencabutan sanksi dan memberikan secercah harapan Iran akan kembali ke kancah internasional.

Dalam kampanyenya, Trump berjanji membatalkan kesepakatan nuklir dengan Teheran dan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kemudian merespons ia akan dengan senang hati memusnahkan kesepakatan tersebut jika seperti itu kemauan presiden baru Amerika Serikat. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres amerika

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top