Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kunker DPR ke Jerman: Bappenas Harus Berperan Penting di Era MEA

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Abdul Najib Qadratullah mempertanyakan kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam pembangunan sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Oktober 2016  |  08:07 WIB

Kabar24.com, BERLIN,Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Abdul Najib Qadratullah mempertanyakan kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam pembangunan sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.

Menurutnya, kemajuan sistem pendidikan akan sangat menentukan daya saing dalam memasuki era liberalisasi perdagangan regional maupun internasional. Dia menilai selama ini orientasi penganggaran di bidang pendidikan lebih banyak pada hal-hal yang tidak substansial untuk kemajuan pendidikan itu sendiri. 

Dia mencontohkan dari 20% anggaran untuk pendidikan pada APBN tidak seluruhnya bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. Padahal, pendidikan, terutama untuk pendidikan vokasi, membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga mampu menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas.

“Kita mempertanyakan kinerja Bappenas di sektor perencanaan pendidikan karena banyaknya anggaran dikeluarkan pada hal-hal yang tidak substansial guna memacu mutu pendidikan,” ujar Anggota Komisi XI DPR itu usai meninjau proses produksi turbin gas milik perushaan Siemens AG di Berlin, Jerman, Kamis 20/10/2016).

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kunjungan Kerja BKSAP yang dipimpin Wakil Ketua BKSAP Juliari Batu Bara ke Frankfurt dan Berlin mulai 16 sampai 21 Oktober 2016.

Najib menjelaskan Bappenas juga perlu memiliki konsep yang jelas untuk meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan pelatihan tenaga kerja. Dia mencontohkan kemajuan yang dicapai Jerman melalui pendidikan vokasi yang lebih menitikberatkan keterampian praktis untuk kalangan generasi muda.

Menurutnya, persaingan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menuntut tenaga kerja dengan keterampilan unggul. Salah satu cara untuk mencapai tujuan itu adalah dengan mengembangkan sistem pendidikan vokasi yang berorientasi keterampilan praktis ketimbang megejar gelar akademis

“Seharusnya segala urusan termasuk sektor pndidikan itu direncanakn dengan baik oleh Bappenas,” ujar Najib kepada wartawan Bisnis John Andhi Oktaveri di Berlin. 

Dalam acara jamuan makan malam dengan para delegasi BKSAP, Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Fauzi Bowo mengatakan bahwa Indonesi sebaiknya menerapkan sistem pendidikan vokasi seperti di Jerman mengingat banyaknya jumlah penduduk berusia muda. Meski demikian, dia mengatakan perlu dilakukan berbagai penyesuaian dengan kondisi di Indonesia. 

Dia menilai kerjasama Indonesia dan Jerman di bidang pelatihan dan pendidikan selama ini sudah berjalan dengan baik. Hanya saja perlu ditingkatkan agar Indonesia tidak kalah bersaing dalam menghadapi era MEA. Pasalnya sejumlah negara lain seperti Filipian dan Vietnam juga mengirim generasi mudanya ke Jerman untuk mendapatkan pendidikan vokasi seperti Indonesia.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bappenas
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top