Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Badai Nicole Terjang Bermuda

Badai Nicole dilaporkan menerjang kawasan Bermuda, sehingga menyebabkan atap-atap bangunan hancur dan pohon-pohon tumbang, sebelum kemudian bergerak ke arah Samudera Atlantik.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 14 Oktober 2016  |  15:15 WIB
Kepulauan Bermuda - Istimewa
Kepulauan Bermuda - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA - Badai Nicole dilaporkan menerjang kawasan Bermuda, sehingga menyebabkan atap-atap bangunan hancur dan pohon-pohon tumbang, sebelum kemudian bergerak ke arah Samudera Atlantik.

Kecepatan badai kemudian melemah dari kategori empat ke kategori tiga, tetapi kecepatan anginnya masih lebih dari 205 km per jam.

Para pekerja setempat mulai keluar membersihkan jalanan dan memperbaiki bangunan-bangunan serta tiang-tiang listrik yang roboh.

Minggu lalu badai Matthew menghancurkan sejumlah kawasan di Haiti, dan menewaskan ratusan orang.

Pada saat ini, belum ada indikasi orang-orang yang meninggal atau mengalami luka serius akibat badai ini," kata Perdana Mentri Bermuda, Michael Dunkley kepada kantor berita Reuters, Jumat (14/10/2016).

"Badai Nicole kini telah pergi, '' kata James Dodgson, wakil direktur Layanan Cuaca Bermuda. "Sinar matahari mulai menampakkan diri."

Meski dampak badai itu tidak seperti yang dikhawatirkan, namun mengakibatkan berbagai kerusakan infrastruktur di sejumlah pulau, lapor harian The Royal Gazette.

Harian tersebut juga mengatakan beberapa dinding dan jalanan juga runtuh, serta beberapa kapal hancur.

Nick West, yang tinggal di kota St George, mengatakan badai telah mengoyak atap rumahnya sebelum badai itu bergerak ke arah Atlantik. Ia juga mengatakan kebunnya terendam banjir.

"Yang saya utamakan sekarang hanyalah keselamatan kami," ujarnya menambahkan.

Sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintah ditutup pada hari Kamis (13/10/2016) dan maskapai-maskapai penerbangan juga membatalkan penerbangan saat badai mulai mendekati wilayah itu.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badai
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top