Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terungkap, Video Wanita Penginjak Anak Kecil dengan Bantal di Medsos

Beberapa hari terakhir sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita yang menutup wajah seorang anak kecil dengan bantal dan menginjak bantal di kedua sisi, kiri dan kanan tersebar luar di media sosial.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 07 Oktober 2016  |  03:52 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA - Beberapa hari terakhir sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita yang menutup wajah seorang anak kecil dengan bantal dan menginjak bantal di kedua sisi, kiri dan kanan tersebar luar di media sosial.

Wanita dalam video tersebut adalah TSA (26) dan anak dalam video tersebut adalah EWS (1,8), anak TSA.

"Subdit Cyber Crime sudah memecahkan video penyiksaan anak yang disebar lewat akun Facebook atas nama Erlangga dan di Youtube lewat Songgom Channel," sebut Kabid Humas Polda Metro Jaya AKBP Awi Setiyono, Kamis (6/10/2016).

Pemilik akun Facebook Erlanga sendiri adalah ayah EWS sekaligis suami TSA yang saat ini mendekam dalam penjara akibat terjerat kasus narkoba.

Menurut keterangan Awi, perlakuan TSA terhadap darah dagingnya lantaran kesal karena merasa tidak diperhatikan oleh suaminya serta tertangkapnya sang suami serta isu ekonomi.

Untuk itu, dia membekap anaknya dan merekam aksinya kemudian mengirimkan rekaman tersebut kepada suaminya yang ada di rutan Salemba guna menarik perhatian.

"Dari situ suaminya MHD alias ZKR alias NRD alias BLO mengunggah video dan foto yang diterimanya ke akun facebook Erlangga dan Youtube untuk meminta pertolongan," jelas Awi.

Kendati terbukti melakukan kekerasan dan tindak penganiayaan terhadap anaknya, TSA tidak akan ditahan dengan pertimbangan usia anaknya yang masih kecil. Untuk itu TSA akan dikirim ke rumah perlindungan trauma center milik Kemensos.

Erlinda Kepala Divisi Sosial KPAI juga mengungkapka hal senada bahwa merujuk pada undang-undang perlindungan anak aang ibu tidak akan ditempatkan di penjara. "Mengingat si anak usianya masih sangat kecil. Akan kita lihat juga bounding-nya apakah harus dipisahkan ibu dan anak," katanya.

Menurut Erlinda, KPAI beraama Kementerian PPA akan mendalmi apakah sang ibu masih layak untuk tinggal bersama anaknya atau harus dipisahkan untuk sementara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top