Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenya Perkenalkan Obat TB Buat Anak-Anak

Lebih banyak anak-anak diperkirakan akan selamat dari bahaya tuberkulosis (TB), yang merupakan penyakit paling mematikan di negara itu, setelah Kenya memperkenalkan obat yang tepat untuk anak-anak pada 1 Oktober mendatang.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 27 September 2016  |  19:32 WIB
Para perempuan  di pasar Nairobi, Kenya (1/9/2008). - Reuters/Antony Njuguna
Para perempuan di pasar Nairobi, Kenya (1/9/2008). - Reuters/Antony Njuguna

Bisnis.com, NAIROBI -  Lebih banyak anak-anak diperkirakan akan selamat dari bahaya tuberkulosis (TB), yang merupakan penyakit paling mematikan di negara itu, setelah Kenya memperkenalkan obat yang tepat untuk anak-anak pada 1 Oktober mendatang.

Sekitar 155.000 anak-anak penderita TB yang dijadwalkan akan mendapatkan manfaatnya berasal dari 18 negara yang telah memesan obat baru itu dan sedang bersiap untuk meluncurkannya, dimulai dengan Kenya, demikian menurut kelompok kampanye Aliansi TB yang memantau perkembangannya.

"Sekarang, dengan pengobatan yang sepantasnya, kami dapat membuat perkembangan cepat dalam menemukan dan merawat anak-anak penderita TB jadi kami dapat mencapai sebuah generasi bebas TB," kementerian kesehatan Kenya Cleopa Mailu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa.

Formulasi yang diperbarui itu memiliki dosis yang tepat bagi anak-anak, memiliki rasa buah-buahan dan mudah larut, membuatnya lebih mudah untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

Sebelumnya, para petugas kesehatan harus memotong atau menghancurkan sejumlah pil pahit untuk diracik agar dosisnya tepat untuk anak-anak setiap harinya selama enam bulan.

TB menewaskan 140.000 anak dan 1,37 juta orang dewasa pada 2014 dan diidap oleh sekitar satu juta anak lainnya.

Namun data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan kurangnya insentif pasar mengganggu pengembangan obat-obatan untuk anak-anak.

Penyakit TB ditularkan melalui bakteri saat seseorang dengan penyakit TB yang tidak menjalani pengobatan, seringkali seorang anggota keluarga, batuk atau bersin.

Anak-anak yang selamat dari TB dapat mengalami kebutaan, tuli, lumpuh atau gangguan mental.

Obat yang tepat untuk anak-anak itu merupakan produk pertama yang memenuhi garis bantu pengobatan TB anak-anak WHO 2010, dengan dana dari UNITAID, yang dipimpin oleh WHO.

"Tidak ada anak-anak yang harus tewas dikarenakan TB, namun telah lama, kami tidak memiliki obat untuk melakukan penanganan berkelanjutan terhadap TB anak-anak," kepala operasi UNITAID Robert Matiru mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Kenya merupakan sebuah negara dengan kasus TB yang besar, dengan hampir 7.000 kasus yang dilaporkan menyerang bayi dan anak-anak pada 2015. Anak-anak di bawah lima tahun memiliki resiko lebih akan penularan besar dan kematian.

Saat pengidap TB tidak menjalani pengobatan penuh, penyakit itu akan kembali kambuh, yang seringkali muncul kembali dengan bakteri yang telah mengembangkan kekebalan terhadap obat.

Pengujian dan perawatan TB tidak dipungut biaya di sejumlah fasilitas medis umum di Kenya, namun seringkali salah diketahui sebagai penyakit lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kenya tuberkulosis

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top