Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Badan Intelijen Inggris Tambah 40% Mata-Mata

Badan intelijen asing Inggris akan menambah 40% lebih jumlah mata-matanya, yaitu salah satu program pengembangan terbesar sejak Perang Dingin, sebagai bagian dari upaya MI6 untuk memanfaatkan teknologi baru, demikian diungkapkan BBC.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 23 September 2016  |  11:11 WIB
Markas besar intelijen Inggris, M-16. - thingstodo.viator.com
Markas besar intelijen Inggris, M-16. - thingstodo.viator.com

Bisnis.com, LONDON -  Badan intelijen asing Inggris akan menambah 40%  lebih jumlah mata-matanya, yaitu salah satu program pengembangan terbesar sejak Perang Dingin, sebagai bagian dari upaya MI6 untuk memanfaatkan teknologi baru, demikian diungkapkan BBC.

MI16, atau Dinass Intelijen Rahasia Inggris, akan menambah jumlah mata-mata menjadi sedikit di bawah 3.500 personel pada 2020, dari sekitar 2.500 orang, demikian BBC melaporkan dengan mengutip narasumber tanpa menyebutkan jati dirinya itu.

MI6 tidak menyebutkan jumlah stafnya.

Kepala MI6 Alex Younger pekan ini mengatakan bahwa ancaman kelompok garis keras yang menuju ke Barat akan bertahan selama beberapa tahun ke depan karena hanya mengambil kembali wilayah dari ISIS tidak akan menyelesaikan perpecahan global yang parah sebagai akibat dari tindakan kelompok militan tersebut.

MI6 digambarkan sebagai induk mata-mata dalam karya fiksi yang mengesankan, mulai dari karakter George Smiley buatan John le Carré hingga James Bond karya Ian Fleming, itu beroperasi di luar negeri dan bertugas mengamankan Inggris beserta kepentingannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemerintah inggris badan intelijen negara

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top